Air Terjun Curug Lawe Secepit Kendal, Potensi Wisata Yang Belum Tergarap Maksimal

Air terjun di Curug Lawe Secepit, Dusun Gunubgsari, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kendal.

 

MESKI memiliki nama yang hampir sama, namun Curug Lawe Secepit yang ada di Limbangan Kendal, berbeda dengan Curug Lawe yang ada di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Keduanya memang sama-sama berada di kaki Gunung Ungaran, namun letaknya berbeda. Karena satunya masuk area Kabupaten Kendal, satunya lagi ada di Kabupaten Semarang.

Dengan panorama keindahan alam pegunungan yang disuguhkan, Curug Lawe Secepit juga memberikan hawa dingin khas dataran tinggi, yang menyelimuti kawasan tersebut.

Pemandangannya pun tak kalah dengan yang ada di Kabupaten Semarang.

Sayangnya potensi wisata ini belum digarap dengan baik oleh pemerintah setempat sehingga belum dikenal secara luas oleh masyarakat.

Akses jalan menuju curug juga masih berupa jalan setapak, yang hanya selebar satu meter saja.

Sebagai pengelola, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Secepit, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, akhir-akhir ini berusaha memperindah dan mengembangkan potensi wisata ini.

Hal ini jelas terlihat dari penelusuran halosemarang.id, gapura mulai dibangun untuk menunjukkan keberadaan tempat wisata tersebut.

Pengelola setempat juga sudah menyediakan tempat parkir pengunjung, yang ada di desa setempat.

Curug Lawe Secepit dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit dari area parkir yang disediakan pengelola.

Di Curug Lawe Sicepit, grojogan atau air terjun yang ada, terbilang besar dan setinggi 20 meter. Dengan udara yang dingin dan air yang segar, kadang muncul kabut yang menjadi nilai tambah dari lokasi wisata ini.

Tebing-tebing di sekitar air terjun banyak diselimuti tanaman peredu. Belum lagi, aliran air di sungai terlihat jernih dan banyak batu besar berwarna putih di tengahnya.

“Pemandangannya bagus untuk selfie. Meski harus berjuang jalan kaki ke sini. Tapi rasa capek langsung hilang,” ungkap Fatma Wulan yang berkunjung bersama teman-temannya, Jumat (1/1/2021).

Mitos yang berkembang di masyarakat sekitar, batu tersebut tidak pernah basah oleh air, menjadikannya terus berwarna putih. Adapun bebatuan besar juga banyak digunakan wisatawan sebagai konten foto alami.

Menurut salah satu warga, Komang Verdiyansah, beberapa tahun terakhir potensi wisata ini memang dicoba untuk dikembangkan warga sekitar.

“Pengunjung banyak yang datang untuk berfoto. Namun dengan catatan, berhati-hati dan tidak diperbolehkan apabila debit air tinggi,” ujarnya.

Komang mengatakan, demi kenyamanan, Pokdarwis juga menyediakan beberapa gazebo dan bangku panjang yang bisa dimanfaatkan untuk lokasi foto.

“Selain berwisata di Curug Lawe Secepit, wisatawan juga bisa menikmati pemandangan hamparan kebun teh Medini. Lokasinya berada tidak jauh dari Curug Lawe Secepit atau berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pintu masuk tempat wisata ini,” jelasnya.

Dia pun menambahkan, untuk menuju lokasi dapat diakses, baik dari Nglimut maupun dari arah Margosari.

“Jika dari arah Nglimut, jalur lebih datar namun akan dijumpai beberapa tanjakan yang curam, yang mana secara otomatis melewati pemandian air panas Gonoharjo,” tukas Komang.

Bagi yang penasaran, cukup merogoh kocek Rp 7.000, yakni harga tiket Rp 5.000 per orang dan bayar parkir Rp 2.000, bisa menikmati pemandangan sepuasnya di Curug Lawe Secepit.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.