in

Aipda Tri Suyanto, Menekuni Bisnis Mebeler Di Tengah Kesibukannya Sebagai Polisi

Mebel hasil karya Aipda Tri Suyanto.

 

HALO KENDAL – Sebagai polisi yang keseharian dituntut untuk berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai Abdi Negara dan pengayom masyarakat, Aipda Tri Suyanto, Kanit Intelkam yang bertugas di Polsek Pegandon, Kendal ternyata juga memiliki kemampuan lain di luar lingkup kerjanya.

Tri Suyanto piawai dalam memegang peralatan pertukangan seperti pasah, gergaji, maupun mengecat.

Usai melaksanakan tugas kedinasan, Aipda Tri Suyanto sesampai di rumah langsung berganti pakaian dan mulai menjadi tukang kayu.

Seakan tak kenal lelah, ayah dari empat anak yang akrab disapa Tri ini menekuni usaha mebeler sejak tahun 2014.

“Mertua saya yang mengajari cara mengolah kayu glondongan menjadi beberapa bagian yang bisa dibuat mebel. Sebelum itu saya juga pernah menekuni usaha rental, kemudian rumah makan dan katering. Tapi gak lama,” ungkapnya, Selasa (16/2/2021).

Tri mengaku, merintis usaha mebeler ini awalnya sendirian dengan dibantu satu tukang dan satu tenaga serabutan.

Seiring berjalannya waktu, usahanya mulai berkembang, dengan tetap menjaga kualitas sehingga mebel buatan Tri banyak disukai orang.

“Terutama warga sekitar yang baru pulang dari luar negeri membeli perabot rumah tangga seperti meja kursi tamu maupun meja kursi makan di sini,” ujar Tri.

Semua hasil karyanya terbuat dari kayu jati. Bahkan dalam memilih kayu, dirinya membeli kayu dari tempat pelelangan kayu milik Perhutani. Sehingga kualitas barangnya terjamin.

Tri juga mengaku dalam menjalankan usahanya didukung oleh komandannya, Kapolsek Pegandon, juga Polres Kendal.

“Saya tahu, bahwa polisi itu tidak boleh berbisnis. Ini semua hanya sebagai kerja sampingan saja, yang tidak mengganggu pekerjaan utama saya sebagai anggota kepolisian. Selain itu saya bisa membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Saat ini usaha mebel milik Tri yang berada di Desa Dawungsari, Kecamatan Pegandon diberi nama “Tri Jati Mulya” dan sudah mempekerjakan lima orang tukang dan tenaga finishing.

“Dalam satu bulan omzet kotor sekitar Rp 60 juta. Namun di tengah pandemi ini, hasilnya agak menurun. Hanya sekitar Rp 40 juta perbulan,” ucapnya.

Terkait harga, Tri mengaku melayani seluruh kalangan. Dari harga murah sampai mahal, sesuai dengan permintaan.

“Seperti meja kursi santai yang baru dikerjakan ini senilai Rp 15 juta, bisa mendapatkan dua kursi dan satu meja risban, dengan papan setebal lima sampai 8 cm,” imbuhnya.

Tri menambahkan, selain bangku risban, dirinya juga membuat lemari pakaian, kitchen set dan jenis lainnya.

“Untuk pemasaran, saya bersama istri juga melalui online. Karena kami memang tidak punya tempat atau toko khusus mebel. Jadi saat ada pesanan dengan model yang diinginkan pemesan ya saya buatkan,” ujarnya.

Salah satu pelanggan mebel Tri asal Kendal, Hendi mengaku, dirinya sudah tiga kali membeli perabot rumah tangga di tempat Tri Suyanto.

Menurutnya, mebel buatan Aipda Tri kualitasnya bagus. Hendi mencontohkan mebel yang ia beli tidak ada penyusutan kayu maupun retak. Sehingga ia memilih semua prabot pesan melalui mebel Tri Jati Mulya.

“Sebagai pelanggan saya sangat puas. Bahkan teman-teman saya rekomendasikan untuk beli mebel di sini,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Pegandon, Iptu Agus Supriyadi mengatakan, sepanjang tidak mengganggu tugasnya sebagai anggota kepolisian, dirinya mempersilakan anggotanya untuk berkarya dan mendorong ekonomi keluarga.

“Yang penting dan yang utama adalah pekerjaannya sebagai anggota polisi. Kalau sampai melalaikan tugas dan hanya mengutamakan sampingan, pasti saya tegur,” tandas Kapolsek Pegandon.

Iptu Agus berharap, apa yang dilakukan Aipda Tri bisa menjadi contoh anggota lain. Namun dengan catatan tidak mengganggu tugas utamanya.

Menurutnya, menjadi pengayom masyarakat tidak cukup dengan menjalankan pekerjaan utama sebagai polisi saja.

“Karena bisa juga dengan berwirausaha dan bisa merangkul serta memberi manfaat masyarakat sekitar. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini,” pungkas Iptu Agus.(HS)

Share This

Bina Marga Jateng Mulai Benahi Jalan Rusak Akibat Banjir

STIE Semarang Gelar Wisuda Angkatan ke-28 dan 29 dengan Protokol Kesehatan Ketat