in

Agung Uban, Warga Mijen Yang Sukses Bisnis Kedai Kopi di Malang

Agung Uban sedang meracik kopi untuk dihidangkan ke pelanggannya.

 

MUNGKIN tak banyak orang yang masih berupaya mengembangkan bisnis kafe ala kampung, atau usaha kedai kopi sederhana.

Siapa sangka dari usaha kedai kopi macam ini para pelaku bisnis kedai kopi masih bisa mereguk hasil yang memuaskan.

Seperti yang dilakukan Agung Setyoargo, warga Kelurahan Wonolopo RT 02 RW 06, Kecamatan Mijen Semarang, yang kini sukses mengembangkan kedai dan kafe di daerah Blimbing Malang, Jawa Timur.

Kedai yang ia beri nama Kedai Wedang Oeban beralamat di Jalan Laksamana Adi Sucipto Gang 7B nomor 1, Blimbing, Malang tersebut, awalnya hanya menyediakan kopi robusta dan minuman rempah.

Namun kini di kedai tersebut tersedia banyak macam jenis kopi dari berbagai daerah di Malang Raya.

Menurut Agung Setyoargo, pilihannya untuk menekuni bisnis kedai kopi ini berawal dari kebosanan bekerja di perusahaan yang hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Hal ink membuat Agung atau yang akrab disapa Pak Uban, mulai menemukan kejenuhan.

Akhirnya pada tahun 2015, pria ini memilih keluar dari pekerjaan tetapnya, kemudian mencoba keberuntungan dengan pulang ke rumahnya yang di Malang, Jawa Timur.

“Sudah begitu kerja saya jauh dari rumah, ya akhirnya saya pilih keluar kerja dan pulang ke rumah yang di Malang,” ungkapnya kepada halosemarang.id, Senin (12/7/2021).

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya Undip tersebut mengaku, dulu belajar berbisnis kopi dari berbagai tempat. Salah satunya dari tempat tongkrongannya di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.

“Ya saya dulu sering nongkrong di TBRS, bersama teman-teman dari semua kalangan termasuk para wartawan yang bertugas di Semarang. Dari sanalah saya mendapat ilmu cara berjualan, dan menyajikan hidangan kepada pelanggan,” ujar Agung.

Ia pun mengaku, awalnya dengan bermodalkan Rp 5 juta mencoba buka usaha kedai kecil-kecilan di rumahya yang ada di Malang.

“Awalnya saya hanya menyediakan kopi robusta dan minuman rempah saja. Hingga akhirnya saya mulai menyediakan berbagai macam kopi baik robusta maupun arabika dari wilayah Malang Raya,” jelasnya tanpa mau menyebut omzet yang didapat dari hasil mengelola kedai kopinya.

Agung juga sempat berdiskusi dengan penjual kopi bubuk giling di Malang mengenai efek rasa.

“Dari sanalah terbersit ide untuk membuat kopi racikan sendiri dengan menjajal ide-ide yang muncul di kepala saya,” ucapnya.

Hasil racikannya ini dia sajikan pada beberapa rekannya dan diakui memang racikan unik ini menghasilkan rasa yang lebih memikat di lidah.
Agung pun mulai mencoba berbagai varian kopi, seperti Robusta Srimulyo Dampit Malang, Arabika Arjuna, Kawi, Semeru, dan lain-lain dari wilayah Malang Raya.

“Selain itu, juga menyediakan minuman signature yang lain seperti wedang Secang dan Coldbrew robusta,” kata Agung.

Saat ditanya, kedai ini untuk kalangan apa saja, menurut Agung ia lebih menyasar semua kalangan, khususnya kawula muda.

“Bahkan sekarang ini, kedai saya dijadikan tempat untuk berlatih anak-anak muda yang ingin belajar menjadi barista,” pungkasnya.(HS)

Share This

433 Peserta Didik MAN 1 Kota Semarang Ikuti Matsama Secara Daring

Menkes: Vaksin Moderna untuk Rakyat dan Booster Tenaga Kesehatan