Agung BM dan Lembaga Kemanusiaan BBI Berikan Bantuan Bagi Tunarungu Dan Tunawicara di Semarang

Penyerahan bantuan usaha dari Lembaga Kemanusiaan BBI kepada Anindya Batik Art, konveksi yang ada di wilayah Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Ada yang tidak biasa dalam sistem usaha yang ada di Anindya Batik Art, konveksi yang ada di wilayah Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Semarang.

UKM yang bergerak dalam bidang konveksi ini, mempunyai karyawan yang 90% adalah sahabat disabilitas teman tuli (tuna rungu) serta tuna wicara.

Lisa Farida, pemilik Anindya Batik Art mengatakan, pihaknya memang mempekerjakan para difabel, untuk memberikan peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

Saat ini ada tujuh orang yang setiap hari menjahit dan memproduksi pakaian di tempat ini.

“Saat awal pandemi mereka sempat dirumahkan karena order dan penjualan menurun. Tapi Alhamdulillah rejeki datang karena order masker mulai masuk, sehingga geliat ekonomi kembali berjalan. Dan order baju batik mulai ada pesanan kembali,” katanya.

Pada Hari Tuna Rungu Internasional yang jatuh pada tanggal 28 September, menjadi momen untuk Lembaga Kemanusiaan Bahagia Berbagi Indonesia (BBI) untuk menyalurkan bantuan.

Didampingi anggota DPRD Jateng, Agung Budi Margono, Lembaga Kemanusiaan BBI memberikan bantuan dari para donatur berupa modal usaha yaitu seperangkat mesin jahit.

Selain kepada Anindya Batik Art, bantuan juga diberikan kepada para tunarungu dan tunawicara di Kota Semarang.

Bantuan di antanya mesin seller untuk usaha minuman, serta bahan makanan gilo-gilo (jajanan Semarangan).

“Mereka tidak butuh dikasihani, tetapi hanya butuh diberi ruang dan kesempatan agar mereka bisa terus berkarya dan mandiri. Diharapkan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh mereka,” kata anggota DPRD Jateng, Agung BM.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.