Agar Kasus Tegal Tidak terulang, Kapolda Jateng Perintahkan Seluruh Kapolres Tegas Penegakan Protokol Kesehatan

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Ahmad Luthfi.

 

HALO SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Ahmad Luthfi menginstruksikan jajaran polres di 35 kabupaten/kota untuk menindak tegas terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Hal itu disampaikan Kapolda, menanggapi kasus Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo (WES) yang ditetapkan sebagai tersangka pelanggar protokol kesehatan, karena menggelar konser dangdut saat acara hajatan pernikahan dan khitanan keluarganya.

Konser ini berbuntut panjang, karena mendatangkan massa di tengah pandemi Covid-19.

Kapolda tidak ingin kejadian serupa terulang lagi di wilayahnya.

“Dari seluruh Kapolres dari 35 kabupaten/kota sudah kami perintahkan untuk menegakkan hukum, agar tidak ada lagi pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya saat memberikan arahan kepada Perwira Polres Tegal Kota, Polres Tegal dan Polres Brebes, di gedung Deviacita Polres Tegal Kota, Selasa siang (29/9/2020).

Sebelum kunjungan ke Tegal, Kapolda sempat melakukan kunjungan kerja ke Polres Pemalang.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menyatakan pihaknya masih mengembangkan penyidikan kemungkinan adanya tersangka lain.

“Untuk sementara belum, hasil pengembangan belum. Nanti perkembangan atas pertimbangan penyidik yang akan kami kembangkan lebih lanjut,” tuturnya saat kunjungan di Polres Pemalang, Selasa (29/9/2020).

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna mengatakan, total ada 19 saksi yang telah dimintai keterangan, termasuk saksi ahli pidana, saksi ahli kesehatan, dan ahli bahasa.

“Saksi lain dari sipil maupun anggota sudah kami mintai keterangan berjumlah 16 orang. Lima orang di antaranya dari anggota Polri. Beberapa barang bukti sudah kami sita, yaitu surat keterangan, surat-surat yang diajukan dari awal, dan setelah ada pencabutan dari Polsek. Surat itu juga menjadi barang bukti,” ujarnya.

Menurut Iskandar, dalam pengajuan izin hajatan, tersangka tidak menyebutkan adanya panggung hiburan dan musik.

Setelah Polsek tahu bahwa kegiatan itu ada acara dangdutan dengan panggung yang cukup besar, maka izin tersebut dicabut oleh Polsek. Tetapi hal ini tidak dihiraukan oleh penyelenggara dan tetap melaksanakan kegiatan.

“Maka dari itu dari penyidik Polda Jateng dan Polres Tegal Kota tidak pandang bulu kepada siapapun untuk yang melanggar protokol kesehatan. Oleh sebab itu tersangka dijerat 2 pasal, yaitu pasal 93 UU No 6 tentang Kesehatan dan pasal 216 KUHP, ” ujar Iskandar.

Seperti diketahui, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo telah ditetapkan sebagai tersangka setelah mengadakan hajatan khitan dan pernikahan anaknya dengan menggelar konser dangdut yang dihadiri ribuan orang pada 23 September 2020.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.