in

Afterbreak: ‘Lobster untuk Semua’ Hadir di Kota Semarang

Masakan andalan Restoran Seafood Afterbreak di Jalan Menoreh Raya Nomor 81 Sampangan, Kota Semarang.

 

HASIL olahan makanan laut sudah sejak dulu dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Bukan tanpa alasan, karena sebagian besar wilayah geografis Indonesia adalah berupa perairan lautan.

Berbicara olahan laut, terdapat beberapa jenis biota laut yang digemari untuk dikonsumsi, salah satunya ialah olahan lobster yang menjadi andalan banyak orang. Selain memiliki sederet nutrisi penting untuk tubuh, seafood ini dihidangkan dengan aneka menu, mulai direbus, dikukus hingga diolah menyesuaikan lidah generasi milenial.

Di Kota Semarang, tepatnya di Jalan Menoreh Raya Nomor 81 Sampangan, hadir sebuah resto seafood dengan julukan Afterbreak yang bertajuk ‘Lobster untuk Semua’.

Afterbreak memberedel anggapan bahwa menikmati lobster identik dengan kantong yang harus tebal. Tajuk ‘Lobster Untuk Semua’ menjadi bukti menu lobster bukan makanan yang mahal.

“Fokus kami masih sama, yaitu di produk lobster, dengan tagline lobster untuk semua. Dengan adanya Afterbreak ini masyarakat manapun bisa menikmati sajian lobster dengan harga aman di kantong,” kata Pemilik Afterbreak Hella Ayu Setyanida di restonya, Senin (5/7/2021).

Hella menceritakan, resto ini adalah bentuk rintisan sejak dari tahun 2016. Setelah 2018, dengan modal Rp 4,5 juta satu petak kecil resto pertamanya berdiri di Sumberejo, Kaliwunggu Kendal.

“Setelah ada rejeki, garasi mobil dibikin mini home kitchen dengan ukuran dapur seluas 3 x 4 meter, sempit, kecil dan panas kami memulai debut pertama dengan mempekerjakan satu orang karyawan,” tuturnya.

Menurutnya, Indonesia merupakan pusatnya komoditas lobster laut. Akan tetapi, lanjutnya, masih sangat banyak masyarakat yang belum bisa menikmati.

“Sangat disayangkan masyarakat masih banyak yang belum tahu, bahkan belum pernah makan. Afterbreak ingin semua lapisan masyarakat bisa menikmatinya, karena makan lobster adalah hak semua rakyat, dari laut Indonesia ya untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Bermula dari itu, Hella menawarkan menu yang sebagian olahan udang raksasa ini dengan harga yang cukup terjangkau. Ia mengaku keterjangkauan harga atau bisa disebut murah, karena mendatangkan pasokan dari tangan pertama.

“Lobster di Afterbreak murah, karena kami sudah menguasai sumber bahan baku dan rantai distribusi lobster dengan harga yang cukup murah. Seporsi lobster di Afterbreak Semarang ini dijual dengan harga Rp 200 ribu yang bisa dinikmati oleh 3-5 orang dengan aneka saus yang bisa disesuaikan dengan request customer,” tutur Hella.

Hella optimistis, dengan protein hewani yang terkandung pada lobster, dapat dinikmati seluruh masyarakat di Tanah Air. Sehingga melalui restonya, ia juga ingin sumber protein dan omega-3 dan 6 yang terkandung pada lobster dapat meningkatkan kecerdasan otak anak.

“Bahwa, everyone can eat lobster bukan sekadar wacana, ini adalah bentuk kontribusi kami sebagai anak bangsa yang ingin memulai mimpi kami. Khususnya memanfaatkan potensi kekayaan alam laut Indonesia untuk masyarakat Indonesia sendiri. Dan kami melakukan beberapa strategi percepatan, sehingga ke depan tidak lama lagi Afterbreak bisa hadir lebih dekat menjangkau seluruh masyarakat di Tanah Air,” paparnya.

Kendati demikian, ia tetap mengalami beberapa kendala dalam menjalankan bisnisnya. Dari merintis sejak tahun 2016 hingga sekarang, masa Covid-19 adalah yang paling berat ia alami. Namun hal itu tidak menjadi halangan, ia meyakini masa sulit ini akan dapat terlewati.

“Kesulitan dan hambatan tentu banyak, tapi kami meyakini, hanya dibutuhkan cara berpikir yang berbeda dengan konsep yang berbeda kami mampu bertahan di situasi krisis seperti saat ini,” tutupnya.(HS)

Share This

Chef Otong, Tak Pernah Membayangkan Jadi Chef Hotel Bintang Lima

Tiga Toko Ini Disegel Satpol PP Semarang, Ini Alasannya