in

Adipura Kencana Jadi Kado HUT Ke-474 Jepara

Dialog Jaring Asmara di Radio Kartini FM Jepara, bersama Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Haizul Ma'arif dan Kepala Diskominfo Jepara, Arif Darmawan, dengan moderator oleh Subkoordinator Media Massa, Muhammad Safrudin, Kamis (6/4/2023). (Foto : jepara.go.id)

HALO JEPARA – Adipura Kencana yang diperoleh Kabupaten Jepara, merupakan kado bagi masyarakat Jepara, dalam menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-474, yang jatuh pada 10 April 2023 mendatang.

Penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa masyarakat Jepara berhasil dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Haizul Ma’arif, dalam dialog Jaring Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara), bersama Kepala Diskominfo Jepara, Arif Darmawan, dengan moderator oleh Subkoordinator Media Massa, Muhammad Safrudin, di Radio Kartini, Kamis (6/4/2023).

“Adipura Kencana adalah sebagai simbol pelecut semangat untuk berkarya, menyambut hari jadi ke-474 pada tanggal 10 April mendatang,” kata Haizul, seperti dirilis jepara.go.id.

Seperti diketahui, Jepara menjadi satu-satunya kabupaten atau kota di Jawa Tengah, yang meraih Adipura Kencana.

Secara nasional, hanya ada lima kabupaten dan kota yang dianugerahi Adipura Kencana.

Lebih lanjut Haizul Ma’arif menyoroti pentingnya pendirian desa mandiri sampah dan desa yang mempunyai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Menurut dia, belum banyak desa yang dapat mengelola sampah secara mandiri. Maka dari itu pemerintah desa didorong untuk membuat peraturan, yang menjadi payung hukum bagi pembentukan tim mandiri sampah.

Dengan demikian pengelolaan sampah di desa-desa dapat betul-betul teratasi.

Adapun untuk RTH, di Ujungbatu sudah ada RTH, yang diharapkan akan memperindah dan membuat wilayah tersebut makin asri.

“Di Ujungbatu sudah mulai dibangun RTH, sehingga nantinya diharapkan kota Jepara lebih asri dan sehat dengan adanya ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Haizul Ma’arif juga menjelaskan, Indeks Pembanguan Manusia (IPM) di Jepara tahun 2022 tercatat 73,15, mengalami peningkatan 0,79 poin dari tahun 2021 yang berada pada angka 72,36.

IPM ini merupakan strategi data, karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokasi tata letak Dana Alokasi Umum.

IPM yang tinggi, menunjukkan kesejahteraan masyarakat yang tinggi pula, dan dapat diartikan sebagai keberhasilan pemerintahnya dalam melaksanakan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Artinya, pemerintah Jepara saat ini sudah mampu memberikan akses yang terjangkau oleh masyarakatnya,” kata Haizul.

Ia menambahkan, berdasarkan data BPS Jepara, penurunan angka misil dari 7,44 persen menjadi 6,88 persen merupakan hal yang sangat baik.

Tapi kemisikinan yang masih ada saat ini, juga menjadi sebuah tantangan, mengingat banyak investor di Jepara, yang dianggap belum banyak berkontribusi mengurangi kemiskinan.

“Jumlah ini masih perlu digenjot dengan keberadaan perusahaan dan investor yang ada di Jepara, mengingat nilai investasi di Jepara tahun 2022 sebesar Rp 9,5 triliun,” kata dia.

Banyak investor itu tentu berbanding lurus, dengan jumlah respons terbuka di suatu daerah.

Pengangguran terbuka adalah orang yang memiliki kualifikasi cukup, tetapi tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat respons terbuka ada empat, yakni upah minimum, angkatan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pendidikan.

“Di Jepara sendiri, angkanya juga mengalami penurunan. Dari angka perlawanan 4,23 persen menjadi 4,1 persen,” kata dia.

Sementara itu Kepala Diskominfo Jepara, Arif Darmawan mengatakan, dari semua elemen dituntut untuk selalu berpartisipasi aktif, untuk mendukung kemajuan bagi Jepara. Saat ini memang menjadi era anak muda yang berkiprah.

“Banyak anak muda yang memanfaatkan media dengan penghasilan sangat luar biasa, pemuda harus bisa mengikuti perkembangan zaman,” kata Arif Darmawan.

Pemkab Jepara sudah mengembangkan beberapa aplikasi untuk memudahkan pelayanan.

Diskominfo sendiri saat ini mengembangkan aplikasi Perwujutan Satu Data (persada) di Kabupaten Jepara.

Kita ingin mengembangkan satu konsep bahwa kebijakan akan lebih tepat apabila didasarkan pada data yang ada.

“Semua data yang ada nantinya bisa diakses melalui aplikasi persada, sehingga kebijakan pemerintah nantinya basisnya adalah data yang lebih tepat,” ujarnya.

Arif Darmawan berharap, lewat kemudahan memperoleh data masyarakat jepara dapat terlayani dengan baik, ini menunjukkan bahwa Jepara terus bergeliat secara dinamis mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman. (HS-08)

Kendalikan Inflasi, Sekda Jepara Instruksikan Pendataan Produksi Telur

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Jumat (6/4/2023)