in

Adanya Potensi Hujan Intensitas Lebat pada 5-11 Oktober di wilayah Jateng, Begini Tanggapan BMKG Semarang

Suasana saat hujan intensitas cukup deras mengguyur Kota Semarang, belum lama ini.

 

HALO SEMARANG – Adanya prediksi potensi hujan dengan intensitas hujan tinggi/sedang hingga lebat pada 5-11 Oktober mendatang di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah yang diakibatkan atmosfer yang cukup basah dan konektivitas tinggi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ditanggapi oleh BMKG Ahmad Yani Semarang.

Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Sutikno mengatakan, dari data analisis untuk wilayah Jawa Tengah untuk kondisi cuaca ekstrem potensinya masih kecil, kecuali untuk unsur temperatur akan meningkat dan dirasakan lebih panas karena faktor adanya intrusi udara kering dan kelembapan yang menurun. Hal ini terjadi efek dari dampak tidak langsung adanya bibit siklon di belahan bumi utara (BBU).

“Wilayah dengan kondisi suhu cukup tinggi ada di Jateng bagian utara (pesisir) dan bagian timur. Dengan kisaran suhu maksimum 35-37 derajat celcius yang terukur di Stasiun Ahmad Yani Semarang,” katanya, saat dihubungi halosemarang.id, Kamis (7/10/2021).

Dikatakan dia, masih ada potensi hujan hingga intensitas sedang kadang diikuti lebat hanya sesaat di wilayah pegunungan tengah sisi utara, dengan karakter hujan lokal dan spot-spot.

“Jadi dampak bibit siklon yang nyata di wilayah Jawa Tengah adalah dampak secara tidak langsung, yaitu berkurangnya kelembapan udara dan meningkatnya suhu di wilayah Jateng didukung juga oleh posisi matahari berada di atas pulau Jawa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasie Observasi dan Informasi Ahmad Yani Semarang, Giyarto menambahkan, bibit siklon di belahan bumi utara khatulistiwa, berpotensi menjadi siklon tergantung suhu muka laut. Untuk di Jawa Tengah masih berupa daerah tekanan rendah yang menyebabkan dampak tidak langsung sehingga berakibat berkurangnya tingkat kelembaban kering.

“Sehingga potensi hujan di Jateng lebih kecil. Akan tetapi berpotensi intensitas hujan ringan hingga sedang sesaat di pegunungan tengah. Terjadi hujan lokal di spot-spot yang tidak lama. Seperti di Banjarnegara, Purbalingga dan Temanggung,” katanya.

Untuk kondisi cuaca di Kota Semarang sendiri secara umum sama. Yakni cuaca menjadi lebih panas karena adanya peningkatan jarak antartemperatur minimum dan maksimum relatif jauh.

“Tercatat pada hari Kamis (7/10/2021) di Stasiun Ahmad Yani Semarang suhu minimum 24-34 derajat celcius. Hal ini dengan jarak suhu agak tinggi, membuat cuaca lebih tinggi. Tentunya, tingkat kelembaban rendah,” imbuhnya.

Namun, lanjut dia, selama tiga hari ke depan ada potensi hujan di Kota Semarang. “Kalau potensi hujan untuk tiga hari ke depan adalah potensi hujan ringan tidak merata dalam waktu singkat. Terutama di daerah Semarang timur dan Selatan,” pungkasnya.(HS)

Share This

Cegah Penyelundupan Obat-Obatan Terlarang, Lapas Semarang Tambah 6 CCTV

OJK Sebut Transaksi Keuangan Digital Mendominasi Pertumbuhan Ekonomi Jateng