in

Ada Tersangka Baru Kasus Pembunuhan Bos Galon di Semarang, Polisi Tak Lakukan Penahanan

Pelaku pembunuhan bos galon di Semarang, Muhammad Husen saat diamankan kepolisian.

HALO SEMARANG – Polisi menetapkan pedagang angkringan yang bernama Imam sebagai tersangka baru dalam kasus pembunuhan bos galon di Kota Semarang. Meski demikian, pria berusia 17 tahun itu tak dilakukan penahanan oleh kepolisian.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, Imam dijerat Pasal 55 ayat 1 KUHP karena mengetahui adanya perbuatan pidana. Namun tersangka tak ditahan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun penjara.

“Imam tidak melapor karena takut. Tetap kita proses mengetahui perbuatan pidana tapi tidak melapor,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar usai Rakernis dengan Kapolda Jateng di Melva Balemong Kabupaten Semarang, Selasa (16/5/2023).

Irwan menerangkan, Imam kini diperiksa sebagai saksi kunci kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Muhammad Husen. Irwan menyayangkan, tersangka Imam tidak melaporkan aksi Husen setelah membunuh bosnya yang bernama Irwan Hutagalung.

“Imam dia akan menjadi saksi untuk kasus 338 340 (pembunuhan berencana). Disisi lain dia jadi tersangka dalam kasus mengetahui pidana tapi tidak melaporkan,” paparnya.

Saat ini status tersangka Imam wajib lapor kepada pihak kepolisian. Lebih lanjut, terkait kejiwaan Husen, hingga saat ini kepolisian belum menemukan adanya gangguan kejiwaan pada Husen.

Menurutnya, aksi yang dilakukan Husen tak berbeda dengan kejahatan lainnya. Hanya saja, kasus pembunuhan Husen berawal karena dendam.

Kemudian, Husen merencanakan pembunuhan setelah satu bulan bekerja bersama korban. Usai membunuh korban, Husen juga mengambil harta dan uang untuk merayakan aksinya.

“Perbuatannya juga seperti kekerasan, memutilasi, lalu mengambil harta korban untuk foya-fota lalu dicor, ada waktu untuk mencari pasir dan semen, itu bukan perbuatan orang yang terganggu kejiwaannya,” terangnya.

“Kita tidak dapat catatan kesehatan terkait dengan kejiwaan. Keterangan dari keluarganya juga tidak ada yang mengaraah ke situ. Memang secara rautnya seperti itu tapi mungkin karena sakit hatinya itu menimbulkan kegilaan (aksi sadis),” imbuh Irwan. (HS-06)

Polisi Belum Temukan Gangguan Kejiwaan pada Pembunuh Bos Galon di Semarang

Hyperlocal Tokopedia Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Kota Semarang Hingga 5,16 Persen