in

Ada Spiderman yang Tertibkan Reklame Tak Berizin

Tokoh superhero, Spiderman melepas sebuah reklame ukuran besar yang diketahui tak berizin, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Ada pemandangan unik yang ditampilkan dalam aksi tokoh super hero Spiderman. Pasalnya, dalam cerita fiksi yang diangkat dalam komik maupun film, biasanya tugas Spiderman dengan kehebatannya adalah menumpas kejahatan di wilayah New York, Amerika.

Namun di Semarang, sosok super hero Spiderman malah bertugas menertibkan reklame yang tidak berizin di pinggir-pinggir jalan Kota Atlas.

Seperti yang terjadi di Jalan Prof Hamka Ngaliyan dan Jalan Borobudur area Taman Kembang Arum, baru-baru ini. Tokoh fiksi Marvel ini menertibkan dua reklame jenis billboard yang belum membayar pajak.

Dengan sigap, sosok seperti manusia laba-laba itu dibantu salah seorang rekannya memanjat dan membredel reklame laundry berwarna kuning yang diketahui belum membayar pajak. Praktis pemandangan ini menjadi tontonan masyarakat dan pengendara yang melintas.

“Itu ada Spiderman yang nyopot reklame, wah pemandangan langka ini,” ujar salah satu pengguna jalan, Ani.

Sementara itu, Kabid Pajak II Bapenda Kota Semarang, Elly Asmara menjelaskan, jika keberadaan reklame nakal sebenarnya merata di sejumlah titik. Selain belum membayar pajak, masih ada juga reklame yang tidak memiliki izin.

“Untuk itu kita tertibkan, sebelumnya reklame dipasang tanda belum membayar pajak. Jika tidak diindahkan kita turunkan,” katanya.

Elly menjelaskan, penertiban yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang ini dilakukan terhadap reklame yang belum tertib melaksanakan kewajiban sesuai ketentuan perundang-undangan.

Pelibatan sosok berkostum Spiderman yang ditugaskan membersihkan baliho nakal, diharapkan bisa menjadi perhatian masyarakat agar lebih patuh aturan saat pemasangan baliho maupun billboard.

“Kami prioritaskan reklame yang berpotensi, terutama billboard. Kontribusi reklame hampir 50 persen dari reklame jenis billboard,” jelasnya.

Potensi pajak reklame, kata Elly pemasukannya sangat baik. Bahkan menurutnya saat pandemi seperti sekarang pajak reklame tidak terdampak.

Kassubid Penagihan Bapenda Kota Semarang, Mulyo Cahyono membenarkan jika potensi pajak dari reklame sangat besar bagi pendapatan asli daerah.

“Realisasi saat ini mencapai 24,5 persen atau sebesar Rp 10,7 miliar dari target Rp 44 miliar, dan lebih menjanjikan untuk kontribusi pendapatan asli daerah (PAD),” tambahnya.

Ke depan, lanjut dia, Pemkot Semarang akan mendorong videotron dalam rangka penataan kota yang lebih baik, sesuai dengan instruksi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.(HS)

Share This

Sejumlah Armada BRT Trans Semarang Koridor IV Berhenti Beroprasi, Ini Alasannya

Personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Purbalingga  Dilatih Tangani Kecelakaan