Ada Rondo Keplengkang dan Ngidam Sari, Nama Wedang Rempah di Kanjengan Klaten

Wedang Rempah Mampir Ngombe Kanjengan, di Kampung Kanjengan, Desa Bareng, Klaten Utara, persis di depan pelataran Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten Jalan Lombok Nomor 2 Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Sejak wabah Covid-19 melanda, wedang rempah kerap dicari lantaran dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus stamina.

Salah satunya adalah kedai wedang rempah, di Kampung Kanjengan, Desa Bareng, Klaten Utara, persis di depan pelataran Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten Jalan Lombok Nomor 2 Klaten.

Nama racikan wedang rempah di tempat ini pun unik. Ada ramuan wedang Rondo Keplengkang, Rondo Anyar, Lorobronto, dan Ngidam Sari.

Makanan Jawa juga siap tersaji. Dari menu soto, pecel, nasi liwet atau sate kambing, bisa nikmat disantap mulai jam 14.00 WIB sampai tengah malam.

Suasananya pun bisa memilih. Pembeli bisa bersantai sambil melihat gemericik Kali Lunyu, yang berada tepat di samping lokasi. Bisa juga sekadar nongkrong minum kopi, sambil menikmati semilir angin di bawah pohon beringin Kanjengan.

Keunikan juga ada pada bangunan angkringan, yang dirintis Kithong. Bangunan tersebut mengusung konsep Jawa Bali. Bangunan Joglo dibuat dari bambu Petung beratap rapak pelepah tanaman tebu yang dirangkai. Ruang dapur dan ruang tamu dipisah dengan tembok pagar, yang dihias cat grafiti disisipi payung khas yang langsung didatangkan dari Bali.

“Angkringan ini saya kasih nama Mampir Ngombe. Konsep bangunannya memadukan ornamen Jawa dan Bali. Maka ada payung-payung di sini. Kami buka jam 14.00 WIB sampai tengah malam. Tentang ramuan, dijamin saya racik sendiri” ungkap Kithong (52) yang juga tinggal di Kanjengan.

Pria tiga anak ini, mengaku mengambil rempah-rempah seperti jahe, kencur dan lainnya itu langsung dari Karang Pandan, Karanganyar. Sebab di sana tanah langsung dari lereng Gunung Lawu, sehingga cita rasanya berbeda.

Terkait konsep tempatnya, laki-laki yang sudah 8 tahun menekuni usaha minuman rempah ini mengaku memadukan konsep alam dan pemuliaan sungai.

“Di sini sungainya bersih karena memang dijaga masyarakat. Nanti pengunjung bisa santai sambil melihat gemerincik air. Kebetulan di Angkringan Mampir Ngombe ini, dekat dengan fasilitas perpustakaan daerah. Diharapkan ketika masyarakat lelah membaca buku, bisa melepas lelah wedangan rempah yang menyehatkan,” kata dia, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Kithong mengaku menghabiskan dana 30 juta untuk berinvestasi membangun angkringan Mampir Ngombe di Kanjengan ini. Bisnis ini pun juga sudah dikenal sampai negeri manca.

“Saya mencatat 50 tamu luar negeri pernah menikmati wedang rempah di Klaten. Termasuk dalang kondang Ki anom Suroto sering pesan dalam kemasan. Kami tunggu kedatangannya masyarakat Klaten daqn sekitarnya di Angringan Mampir Ngombe Sor Ringin Kanjengan” pesannya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.