in

Ada Kelonggaran Makan di Tempat Selama PPKM, Begini Tanggapan Pemilik Restoran

Arnaz Agung Andararasmara.

 

HALO BISNIS – Sejak adanya kelonggaran kegiatan masyarakat, khususnya untuk pelaku usaha di Kota Semarang seperti restoran, rumah makan, dan kafe berdampak positif bagi para pelaku usaha kuliner.

Para pemilik restoran mengaku, jumlah pengunjung mulai Senin (26/7/2021) mulai ada kenaikan sekitar 20 persen.

Sebelumnya, saat kebijakan PPKM Darurat dari 3 Juli- 25 Juli 2021 paraktis berimbas terhadap jumlah pengunjung di rumah makan dan restoran, dan kafe turun hingga 70-80 persen.

“Sejak adanya kelonggaran yang mengizinkan pengunjung makan di tempat paling banyak 30 persen kapasitas pengunjung mulai hari ini, membuat kami sedikit lega. Sekarang restoran mulai melayani makan di tempat dan sudah terlihat ada pengunjungnya, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat,” kata pemilik restoran Padang Simpang Raya, Arnaz Agung Andrarasmara, Senin (26/7/2021).

Harapannya, adanya kelonggaran ini memberikan sedikit angin segar untuk para pengusaha, khususnya pemilik restoran dan rumah makan dan kafe untuk bisa tetap bertahan di tengah pandemi.

“Tingkat pengunjung kalau melihat sekarang dengan kelonggaran ini diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 50 persen. Jadi ada peningkatan sekitar 20 persen, jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung selama adanya kebijakan PPKM Darurat yang turun drastis sampai 70 persen,” imbuh Arnas.

“Kalau menurut saya kondisi ini memang belum ideal bagi para pengusaha. Namun saya melihat pemerintah ada tekad serius untuk menangani Pandemi covid-19. Salah-satunya dengan membuat aturan untuk menurunkan mobilitas masyarakat, dan sekaligus tetap bisa memulihkan perekonomian masyarakat,” sambung Arnaz.

Misalnya, dengan pemberian keringanan pajak untuk pemilik restoran dan kafe. “Menurut saya itu sangat membantu pengusaha untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Serta kemudahan bantuan modal usaha bagi masyarakat yang terkena dampak,” ujarnya.

Harapannya, Semarang setelah adanya program vaksinasi yang dilaksanakan secara massif ini bisa menurunkan angka penularan Covid-19, dan membuat Semarang bisa masuk level 2 atau 3.

“Saat ini yang bisa kita lakukan untuk bersama-sama mengimbau masyarakat agar melakukan vaksin. Karena vaksinasi adalah salah satu cara agar pandemi segera pergi,” pungkas Arnaz yang juga sebagai Ketua Kadin Kota Semarang ini.

Sebagai informasi, pemerintah resmi perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV hingga tanggal 2 Agustus 2021.

Keputusan itu dikeluhkan oleh sejumlah pemilik warung makan di Kota Semarang. Seperti yang diungkapkan oleh Joko (29), salah seorang pemilik Warung Makan Tegal (Warteg) di Jalan Prof Sudharto, Banyumanik. Ia mengaku penjualannya menurun semenjak PPKM Darurat ditetapkan 3 Juli lalu.

“Menurun daripada sebelum PPKM. Pembeli tidak boleh makan di tempat waktu itu. Meski ini sudah boleh makan di tempat tapi kan juga dibatasi,” ungkapnya ketika ditemui halosemarang.id di warungnya, Senin (26/7/2021).

Dikatakan, meskipun saat itu telah menolak pelanggan makan di tempat, kekhawatiran masih muncul apabila terdapat razia yang diselenggarakan Satpol PP.

“Setelah kejadian di Mijen itu saya takut kalau bapak-bapak Satpol PP lewat. Kalau ada bunyi sirine walaupun itu ambulans saya langsung takut,” ujarnya.(HS)

Share This

Korban Kebakaran Di Kedungsuren Terima Donasi Rp 21 Juta Dari Forsekdesi Kendal

Pemerintah Akan Berikan Bantuan 200 Liter BBM Kepada Nelayan