in

Ada Isu “Titipan” Peserta di PPDB Kota Semarang, Dewan Klarifikasi Disdik

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo.

HALO SEMARANG – Jajaran Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta klarifikasi kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang terkait beberapa waktu lalu beredar kabar ada beberapa pihak yang sengaja berusaha menitipkan keluarganya atau saudaranya sebagai peserta di PPDB Kota Semarang 2024. Dan, bahkan disampaikan oleh Disdik jika aparat penegak hukum, pejabat, anggota dewan, sampai oknum wartawan juga berusaha menitipkan calon siswa di PPDB.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo mengakui, dewan sengaja melakukan klarifikasi terkait statement dari Disdik, yang memaparkan ada beberapa pihak yang berusaha menitipkan anak ataupun saudaranya dalam PPDB. Sehingga nantinya bisa jelas dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

“Dari hasil klarifikasi disimpulkan kalau terkait statement yang dilontarkan ini adalah human error, dan itu tidak ada. Bahkan yang bersangkutan juga sudah menyatakan permohonan maaf secara langsung,” tambahnya.

Politikus PDI-Perjuangan ini menjelaskan, jika sistem PPDB online ini sudah transparan dan menghindari praktik kecurangan. Apalagi algoritma komputer mendeteksi siapa saja yang memenuhi persyaratan secara otomatis.

“Misalnya kalau mau titip caranya gimana, kan juga nggak bisa wong semuanya dengan sistem. Ini sudah transparan, makanya kita lakukan klarifikasi,” ujarnya, saat menggelar audiensi dengan Disdik di Gedung DPRD, baru-baru ini.

Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto menampik jika ada praktik “titipan” peserta tersebut. Bambang, menyampaikan jika praktik tersebut tidak ada, atau tidak ditemukan di PPDB.

“Perlu kami luruskan, kemarin yang datang ke kantor (Posko PPDB-red) untuk konsultasi, konseling karena masyarakat ada yang paham dan tidak (dengan sistem PPDB-red), bukan menitipkan peserta,” ungkapnya.

Menurut dia, ada banyak masyarakat mendatangi Posko PPDB. Mereka menanyakan seputar mekanisme PPDB, misalnya apakah bisa jalur zonasi pindah jalur prestasi atau sebaliknya. “Ini kan mereka butuh informasi, bukan titip agar bisa diterima,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Semarang, sekaligus Ketua PPDB Kota Semarang, Erwan Rachmat menjelaskan, pendaftaran PPDB tingkat TK dan SD dibuka pada 18-22 Juni dan tingkat SMP pada 24-28 Juni. Meskipun sistem PPDB sudah dilakukan sosialisasi, namun kata dia, masih banyak masyarakat yang kurang paham, padahal diakuinya bahwa sosialisasinya sudah dilakukan hingga tingkat bawah.(HS)

Hotel Neo Candi Simpang Lima Semarang Luncurkan Promo Makanan dan Minuman Terbaru

PSIS Rekrut Roger Bonet untuk Slot Pemain Asing Lini Belakang