Ada 26 Orang Meninggal dan 212 Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Selama Lebaran

Ilustrasi lalu lintas di Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Selama operasi Ketupat Candi Polda Jateng Tahun 2019 untuk pengamanan kelancaran Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, tercatat ada sebanyak 26 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Mayoritas korban meninggal berada di luar jalur non-tol dengan jumlah kejadian kecelakaan sebanyak 212 kejadian.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, saat arus mudik ada sekitar 350 ribuan kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah. Sedangkan sampai Selasa (11/6/2019), baru sebanyak 60 persen kendaraan pemudik yang meninggalkan Jawa Tengah.

“Dari 350 ribu kendaraan yang masuk Jateng yang meninggalkan baru 250 ribu, masih ada 100 ribu kendaraan lagi. Kami perkirakan kalau Selasa (11/6/2019) ada 30 ribuan kendaraan yang melintas. Masih selama tiga hari ke depan akan ada kepadatan kendaraan pemudik,” tegas Kapolda Jateng, Rycko Amelza Dahniel, di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (11/6/2019).

Terkait angka kecelakaan, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Antariksa menambahkan, selama operasi ketupat Candi tanggal 29 Mei 2019 hingga Senin 10 Juni 2019 kemarin, tercatat 23 orang meninggal akibat kecelakaan di jalur non-tol dengan jumlah kecelakaan 212 kejadian.

“Non-tol 212 kasus, 23 orang meninggal. Sedangkan di tol ada sebanyak 27 kasus kecelakaan, dan memakan korban sebanyak 3 orang meninggal dunia. Untuk jumlah kejadiannya menurun 17 persen dibanding tahun 2018 lalu,” kata Rudy.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk arus mudik di Jawa Tengah tahun ini tergolong lancar, namun ketika arus balik, adanya kepadatan kendaraan pemudik sehingga membuat petugas harus merekayasa lalu lintas termasuk di dalam tol dengan memberlakukan hanya one way.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.