ACT Menggugah Kedermawanan untuk Pengungsi di Lereng Gunung Merapi

Tim ACT menyalurkan bantuan logistik kepada warga di pengungsian Gunung Merapi di wilayah Magelang.

 

HALO SEMARANG – Sejak memasuki status siaga, Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia (ER ACT-MRI) Jawa Tengah melakukan upaya asesmen terhadap kondisi erupsi Gunung Merapi dan distribusi bantuan kemanusiaan.

“Beberapa program yang dilakukan, yaitu pemeriksaan lokasi terdampak dan yang berpotensi terkena bencana. Lalu pemberian bantuan Alat Pelindung Diri (APD), distribusi bantuan beras wakaf, dan makanan untuk para pengungsi,” ujar Head Program ACT Jateng, Hamas Rausyanfikr, dalam siaran pers Jumat (13/11/2020).

Menurutnya, tim melakukan pendataan di empat posko yang ada di Kabupaten Magelang, yakni Posko Pengungsian Desa Taman Agung, Desa Ngrajek, Desa Deyangan, dan Desa Banyurojo.

“Sebelumnya, Sejak Jumat 6 November 2020 lalu, Tim Relawan MRI Magelang Raya sudah bergerak melakukan pendampingan dan pendistribusian logistik untuk pengungsi di beberapa posko,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Rabu, 11 November 2020, jumlah pengungsi mencapai 836 Jiwa.

Pengungsi itu merupakan warga Desa Paten, Krinjing, Ngargomulyo dan Keningar, Kecamatan Dukun yang tersebar di lima posko induk pengungsian, di wilayah Kecamatan Mertoyudan dan Muntilan.

“Kondisi bencana alam di masa pandemi ini belum pernah kita alami sebelumnya. Tim ACT dan MRI terus melakukan pendampingan agar para pengungsi tetap mematuhi protokol kesehatan. Oleh sebab itu, pada fase kali ini selain pemberian bantuan pangan, ACT juga fokus membantu sarana pendukung kesehatan seperti Alat Pelindung Diri (APD),” papar Hamas.

Sementara, Saiful selaku Komandan Posko MRI di Magelang mengatakan, setiap hari selalu memastikan timnya terlibat di dapur umum dan mendampingi anak-anak SD hingga SMP.

“Relawan mengajak anak-anak pengungsi untuk tetap bisa belajar dengan ceria serta kegiatan Psiko-Edu-Sosial dalam bentuk Games. Selain itu pemenuhan kebutuhan rohaniah juga tetap diberikan seperti mengaji bersama,” ujar Saiful.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.