Abdul Hakam: Prioritas Vaksinasi di Puskesmas Selain untuk Pedagang Pasar Juga Lansia

Salah satu peserta vaksinasi di Mangkang, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, perkembangan untuk jumlah yang telah mengikuti vaksinasi Covid-19 di fasilitas kesehatan (Faskes) Puskesmas di Kota Semarang secara keseluruhan belum dirilis.

Namun, hingga Selasa (9/3/2021), sudah sebanyak 27 ribu lansia di atas usia 50 tahun yang telah tervaksin. Sedangkan, untuk pelayan publik, seperti pedagang pasar, ASN, TNI-Polri sudah mencapai 54 ribu orang tervaksin.

“Untuk jumlah yang telah tervaksin di puskesmas-puskesmas belum dirilis. Karena ikut itung-itunganan kota,” ujar Hakam, Selasa (10/3/2021).

Yang pasti, kata Hakam, untuk jumlah yang tervaksin setiap harinya di Puskesmas, maksimal mampu memvaksin 100 orang.

“Total ada, sebanyak 37 puskesmas di Kota Semarang,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Semarang, mendapatkan bantuan dari provinsi sebanyak 2.020 vial.

“Kita dapat tambahan vaksin dari Pemerintah Provinsi sebanyak 2.020 vial atau 20 ribu dosis. Kemarin sudah ada 125 ribu dosis, dengan adanya tambahan sebanyak 20 ribu dosis ini, sehingga saat ini total vaksin yang ada menjadi 145 ribu dosis,” katanya.

Tentunya, lanjut Hakam, adapun target sasaran vaksinasi juga naik, dari 62 ribu sasaran menjadi 79 ribu sasaran.

“Dari dosis tambahan tersebut ada jatah vaksin untuk TNI-Polri di Kota Semarang. Selain itu, prioritas vaksin di puskesmas saat ini masih untuk lansia serta untuk pelayan publik lainnya. Seperti pedagang pasar, yang usianya di atas 50 tahun,” terangnya.

Dari pantauan di Puskesmas Mangkang, baru-baru ini, program vaksinasi nasional, para lansia menjadi prioritas vaksinasi tahap kedua ini. Sebab, mereka punya keterbatasan untuk datang ke lokasi vaksinasi sendiri.

Kepala Puskesmas Mangkang, dr Yuni Astuti mengatakan, meskipun menjadi prioritas, para lansia ini sedikit yang datang untuk melakukan vaksinasi karena adanya keterbasan. Misalnya tidak ada yang mengantar, ataupun kesulitan berjalan.

“Kita sudah buka pelayanan, namun masih sedikit lansia yang datang. Alasannya mayoritas tidak ada yang mengantar,” katanya saat melakukan vaksinasi di RW I Kelurahan Mangkang Wetan.

Yuni menjelaskan, karena menjadi prioritas vaksin, akhirnya pihaknya melakukan inovasi berupa jemput bola untuk menyasar para lansia.

Berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan pemangku wilayah, vaksinasi yang dilakukan tidak mewajibkan lansia untuk datang ke Puskesmas.

“Istilahnya kita jemput bola, terbukti antusiasmenya tinggi. Tempatnya kita koordinasi dengan Kelurahan dan forum kesehatan Kelurahan (FKK),” jelasnya.

Sehingga pihak puskesmas menggelar vaksinasi di tempat yang berbeda. Seperti pada hari Selasa, (9/3/2021), vaksinasi dilakukan di pendopo milik Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman.

Sementara Rabu (10/3/2021) hari ini dilakukan di Balai Kelurahan, dan setelahnya di Masjid RW 7 di Kelurahan Mangkang Wetan.

“Target kami lansia di tiga kelurahan yakni Mangkang Wetan, Mangunharjo, Mangkang Kulon bisa tervaksin semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Mangkang Wetan, Mulat Utami mengapresiasi langkah yang dilakukan Puskesmas Mangkang untuk jemput bola melakukan vaksinasi.

“Iya memang lansia ini banyak kendala, seperti tidak ada yang nganter untuk ke Puskesmas. Kita apresiasi pihak Puskesmas mau turun gunung,” tambahnya.

Pada hari ini, total ada 150 lansia di Kelurahan Mangkang Wetan yang mendapatkan vaksinasi. Pihaknya pun mensosialisasikan kepada lansia atau sanak keluarga lainnya untuk bisa mendaftarkan lansia secara online.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.