in

80 Persen Pengelola Tempat Pariwisata dan Hiburan Di Kota Semarang Sudah 80 Persen

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari saat memberikan makan satwa di Semarang Zoo.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang kembali memperbolehkan tempat pariwisata dan hiburan beroperasi. Hal itu menyusul status PPKM Kota Semarang yang turun menjadi level III. Sebagaimana tertuang dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 34 Tahun 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, bahwa pariwisata di Kota Semarang, sudah boleh beroperasional kembali. Namun ada ketentuan yang harus tetap dipatuhi pengelola.

“Kuota pengunjung dibatasi hanya 25 persen dari total kapasitas pengunjung di tempat wisata, dan tempat hiburan tersebut. Kedua pengunjung yang akan berwisata juga harus sudah di vaksin, baik pengunjung dari dari dalam Kota ataupun luar kota,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, Rabu (18/8/2021).

Menurutnya, terdapat beberapa ketentuan yang harus ditaati oleh pengelola ataupun pengunjung. Untuk sementara waktu, bukti sudah vaksin sebagai syarat masuk tempat wisata dan tempat hiburan merupakan syarat mutlak. Baik sertifikat vaksin dalam bentuk cetak seperti kartu ataupun digital.

“Buka bersyarat, harapan kami dengan menerapkan pembatasan-pembatasan itu, juga jumlah pengunjung tidak terlalu banyak. Sehingga kami mudah untuk memantau. Nah, nanti kalau kondisinya sudah semakin membaik, mungkin akan ada kebijakan-kebijakan lain,” terangnya.

Ia melanjutkan, tujuan diterapkannya bukti sudah vaksin sebagai syarat masuk tempat pariwisata adalah untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19.

“Vaksinasi untuk masyarakat belum menyeluruh, sehingga masih dianggap belum adil untuk masyarakat. Tetapi kami menganggap bahwa masyarakat yang sudah divaksin ini terlindungi. Sehingga itulah yang diperbolehkan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, perihal vaksinasi dari pihak pengelola tempat pariwisata dan hiburan, Iin menyampaikan bahwa vaksinasi kepada pihak pengelola sudah mencapai 80 persen.

“Di sektor pariwisata dari awal sudah mendapatkan perhatian yang cukup baik. Jadi dari awal kami sudah diberikan slot vaksinasi, mulai dari 5 ribu, kemudian ditambah lagi, sehingga hampir 80 persen itu sudah divaksin, dari para karyawan dan pengelola tempat wisata dan tempat hiburan,” terangnya.

Ia menuturkan, dibukanya tempat pariwisata dan hiburan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai asosiasi tempat pariwisata dan hiburan yang ada di Kota Semarang.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai asosiasi pengelola pariwisata, antara lain Paguyuban Entertainment Semarang (Pager Semar), Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Pengelola Tempat Wisata (PTW). Mereka sepakat dengan ketentuan-ketentuan pembatasan yang berlaku,” ujarnya.

Diungkapkan Iin, mereka yang mewakili para pengelola pariwisata dan tempat hiburan itu, menyatakan terima kasih. Sebab para karyawan dan pengelola sudah bisa bekerja, dan mendapatkan penghasilannya kembali. Artinya roda perekonomian kembali bergerak.

“Belum semua daerah boleh membuka seperti ini, jadi boleh membuka tempat pariwisata dan hiburan saja, mereka mengatakan sudah Alhamdulillah,” paparnya.

Pihaknya kembali mengingatkan kepada para pengelola tempat pariwisata dan hiburan untuk mempersiapkan Sumberdaya Manusia (SDM), hingga persoalan perizinan. Hal itu menjadi tuntutan, sebab, tempat pariwisata dan hiburan sudah diperbolehkan buka kembali.

“Pengelola sudah kami minta mempersiapkan beberapa hal sebelum keputusan dibuka. Seperti pemahaman bukti vaksin, ada yang cetak ada juga digital, mereka harus paham. Kemudian ada izin-izin lain, seperti tempat hiburan, itu kan kemarin izin keramaiannya dicabut oleh pihak kepolisian. Sehingga harus mengurus izin terlebih dahulu, baru bisa buka,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada masyarakat, bahwa dibukanya tempat pariwisata dan hiburan merupakan upaya alternatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, supaya masyarakat bisa menikmati tempat wisata kembali, setelah sekian lama ditutup.

“Bukan berarti kami mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong berwisata. Tetapi memberikan alternatif baru, supaya masyarakat bisa menikmati keindahan alam yang ada. Karena rata-rata tempat wisata yang buka ini, adalah tempat wisata yang terbuka,” tandasnya.(HS)

Share This

Tempat Wisata dan Hiburan Akan Dibuka, Ini Syaratnya untuk Pengelola

Ganjar: Jos Gandhos Kalau Desa Bisa Mandiri Energi