in

Antisipasi Banjir, Ratusan Personel PSDA dan Pemkab Kendal Bersih-Bersih Sungai Aji

Kegiatan bersih - bersih sungai Aji, untuk antisipasi terjadinya banjir di musim penghujan, Kamis (1/9/2022)

HALO KENDAL – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas di Pemerintah Kabupaten Kendal, melakukan kegiatan kerja bakti dan bersih-bersih sungai Aji yang berada di Desa Krajankulon dan Gladaksari, Kecamatam Kaliwungu, Kamis (1/9/2022).

Kegiatan yang diikuti ratusan personel ini dalam rangka mengawali kegiatan bulan September 2022, dengan mengusung tema “September Ceria Kendal Bersih”.

Terpantau para peserta bersih-bersih sungai membersihkan sampah yang menumpuk dan menyumbat aliran sungai di bawah jembatan depan Pasar Gladak Kaliwungu.

Selain itu, rumput dan pohon yang tumbuh di bantaran sungai juga dilakukan pembersihan dengan menggunakan alat pemotong.

Perwakilan dari PSDA Jawa Tengah, Nur Kholis mengatakan, kegiatan bersih-bersih sungai ini dilakukan rutin pihaknya. Sedangkan untuk pengerukan sungai dilakukan setiap setahun sekali.

Hal ini dilakukan, karena daerah sekitar Sungai Aji, yakni sebagian Desa Krajankulon dan Desa Gladaksari menjadi langganan banjir akibat luapan Sungai Aji.

“Kalau untuk kegiatan kerja bakti seperti ini kita lakukan setiap setahun sekali, kemudian pengerukan juga kami lakukan setiap setahun sekali. Daerah sekitar Sungai Aji khususnya di wilayah Desa Krajankulon dan Desa Gladaksari, jika musim penghujan langganan banjir karena luapan sungai,” terangnya.

Nur Kholis mengungkapkan, dalam proses pengerukan, pihaknya mengalami kesulitan, khususnya di sekitar hilir sunggai, karena banyaknya bangunan di bantaran Sungai Aji.

“Untuk bagian hilir tidak bisa dikeruk. Padahal pemeliharaan harus dari hilir dulu. Kalau untuk di aliran bisa, tapi itupun sepotong-sepotong, karena banyaknya bangunan di bantaran sungai,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Nur Kholis, rendahnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah di aliran sungai.

“Solusinya ya bareng-bareng. Partisipasi masyarakat dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di sungai. Karena ini bisa berdampak banjir,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Krajankulon, Abdul Latif yang juga berada di lokasi mengatakan, pendangkalan sungai menjadi salah satu faktor terjadinya banjir.

Menurutnya, dengan banyaknya pembangunan perumahan di daerah selatan, yang dibuat dengan menebangi pohon-pohon membuat penyerapan air menjadi rendah.

“Sehingga air tidak bisa diserap dan mengalir ke sungai. Belum lagi tanah yang terbawa arus mengendap di Sungai Aji dan terjadi pendangkalan,” ujar Latif.

Dirinya berharap, normalisasi sungai harus rutin dilakukan oleh dinas terkait. Selain itu, Latif juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai. Karena dampaknya akan merugikan masyarakat. (HS-06)

Bupati Kebumen Targetkan Penarikan Retribusi di Semua Pasar Gunakan Sistem Elektronik

Tuntut Diangkat ASN atau PPPK, Forum Nakes Honorer Kendal akan Ikut Aksi di Istana Negara