in

700 Tiang Pancang Alun-alun Johar Telah Dipasang

Maket pembangunan Pasar Johar Baru

SEMARANG – Sebanyak 700 tiang pancang mulai dipasang di kawasan Alun-alun Kota Semarang, tepatnya di dekat Pasar Johar. Ditargetkan pembuatan fondasi selesai pada akhir Desember ini.
Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah menuturkan, pembangunan alun-alun itu telah dimulai pada pertengahan Agustus lalu. ”Diharapkan proyek Alun-alun Semarang ini selesai pada akhir 2019 mendatang dan awal 2020 sudah dapat beroperasi,” tuturnya.
Untuk membangun alun-alun itu, kata dia, memakan biaya sebesar Rp 100 miliar. Pembangunan dikerjakan dalam dua tahap. Untuk pembangunan tahap pertama, dananya sebesar Rp 50 miliar telah dikucurkan. Dana itu digunakan salah satunya untuk pemasangan 700 tiang pancang di area lahan seluas 9.184 meter persegi, berdekatan dengan Masjid Agung Kauman Semarang. Sisanya untuk tahap finishing. “Alun-alun Semarang nantinya memiliki luas satu hektare. Bagian basement, rencananya akan digunakan sebagai lahan parkir untuk pedagang Pasar Yaik,” katanya.
Adapun bagian atasnya adalah alun-alun seluas satu hektare yang dipergunakan sebagai fasilitas publik. Sementara di sisi selatan terdapat koridor penghubung Pasar Johar menuju Masjid Kauman. “Dalam koridor ini nanti ada tenda-tenda untuk pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan perlengkapan shalat. PKL yang semula berjualan di depan Masjid Kauman akan diarahkan ke koridor ini,” jelasnya.
Selain Alun-alun, pembangunan Terminal Terboyo juga dilakukan secara tahun jamak. Pemkot mengalokasikan dana sebesar Rp 80 miliar untuk membangun terminal tersebut yang ditargetkan selesai pada 2019. Terminal itu diharapkan dapat beroperasi pada awal 2020. Nantinya Terminal Terboyo akan dijadikan terminal tipe C, yakni khusus angkutan dalam kota dan angkutan pedesaan.
Adapun sebagian lagi akan digunakan untuk parkir angkutan barang, seperti truk dan trailer. Selama ini, memang belum ada fasilitas parkir untuk angkutan barang. Dengan pembangunan Terminal Terboyo, diharapkan bisa memberikan manfaat bagi banyak pihak, dan meningkatkan perekonomian di Kota Semarang. Sementara itu, Wali Kota Hendrar Prihadi optimistis pengerjaan proyek tahun jamak Pemkot Semarang akan selesai sesuai jadwal. Tahun depan, pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) juga dimulai dan ditargetkan bisa selesai setahun kemudian. Kemudian, pembangunan light rail transit (LRT) atau kereta listrik juga dimulai tahun depan dan ditargetkan bisa rampung setahun kemudian.(HS)

Warga Semarang Diminta Tetap Waspada Ancaman Bencana

Sampah Jadi Problem Penanganan Banjir