in

70 Persen Pedagang Pasar Tradisional di Jateng Telah Divaksin, Belum Terapkan PeduliLindungi

Pedagang cabai di relokasi pasar tradisional Johar Kota Semarang sedang melayani pembeli.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengklaim 70 persen pedagang pasar tradisional di Jateng telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jateng, Arif Sambodo menyatakan, sebagian besar pedagang pasar tradisional yang tersebar di 35 kabupaten/ kota di Jateng sudah menerima vaksinasi.

“Sudah 35 kabupaten/ kota melakukan itu, hanya capaiannya belum 100 persen, sudah sebagian besar 70 persen. Apalagi yang usianya sudah sepuh-sepuh itu prioritas,” kata Arif saat dikontak halosemarang.id, Kamis (30/9/2021).

Ia menuturkan, upaya prioritas tersebut telah berjalan sejak vaksinasi tahap awal, setelah menyasar tenaga kesehatan. Hingga sekarang, proses vaksinasi baik tahap pertama maupun kedua terus digenjot oleh pihaknya.

Langkah itu, sambungnya, untuk mencapai 100 persen pedagang pasar tradisional divaksin sesuai arahan dari menteri perdagangan.

“Kalau kebijakan menteri perdagangan menyampaikan pedagang harus disuntik itu kami sudah mendahului. Sudah agak awal kebijakan Pak Gubernur,” tambahnya.

Sedangkan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, ia menyebut, baru diterapkan di pusat-pusat perbelanjaan modern. Sebab menurutnya, masyarakat yang keluar masuk di pasar tradisional lebih heterogen dibandingkan ritel modern.

“Pasar tradisional di Jawa Tengah belum menerapkan skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pengendaliannya lebih sulit juga, meskipun sudah ada pembentukan satgas. Tapi kalau ada SDMnya untuk itu bisa, dan kebijakannya kembali ke kabupaten/ kota,” ujarnya.

Kendati demikian, Arif menyampaikan, kondisi di pasar tradisional sekarang ini mulai mudah dikendalikan. Terbukti, lanjutnya, sejauh ini belum ada kasus klaster Covid-19 yang muncul di pasar tradisional.

“Apa yang ada di pasar tradisional tidak ada kabar lagi klaster yang muncul di pasar tradisional, artinya sudah pada paham,” ucapnya.

Dikatakannya, kondisi tersebut akan lebih cepat mendorong pemulihan ekonomi nasional. Terlebih sesuai dengan penurunan level PPKM seluruh kabupaten/ kota di Jateng di bawah level empat.

“Dengan penurunan level menjadi dua dan tiga, para pelaku ekonomi harus berjalan bersama kebijakan pemerintah pusat dan kami,” paparnya.(HS)

Share This

Bapenda Kota Semarang: Sertifikat PTSL, Bayar BPTHB Dapat Diskon Sebesar 30 Persen

Kedaulatan Rakyat Harus Dijaga, Bawaslu: Awasi Pemilu!