in

Momentum Hari ASI Sedunia, Chacha : Usaha Penurunan Angka Stunting Perlu Peran Semua Pihak

Ketua TP PKK Kabupaten Kendal, Chacha Frederica saat memberikan pemahaman pemberian ASI untuk pencegahan stunting, dalam momen Hari ASI Sedunia.

HALO KENDAL – Pekan ASI Sedunia atau atau World Breastfeeding Week diperingati setiap tanggal 1 – 7 Agustus. Pada tahun 2022 ini Pekan ASI Sedunia mengusung tema “Step up for Breastfeeding : Educate and Support” atau “Langkah Untuk Menyusui : Edukasi dan Dukungan”.

Peringatan ini bertujuan untuk mendorong perlindungan dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat tentang menyusui dan manfaatnya.

Pekan ASI Sedunia sendiri merupakan gerakan menyusui secara global dan menyediakan dukungan untuk para ibu agar bisa menyusui di mana saja. Salah satu bentuk dukungan bagi tujuan ini adalah adanya peraturan tentang hak ibu menyusui di Indonesia, termasuk salah satunya adalah penyediaan ruang menyusui di tempat umum termasuk perkantoran.

Pemberian ASI sejak dini dan secara eksklusif amat penting bagi kelangsungan hidup seorang anak, dan untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit yang rentan dialami serta dapat berakibat fatal seperti diare dan pneumonia.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica dalam acara Platform “Tentang Anak” dengan tema “Masih ASI tapi Berat Badan Seret ? Apa yang Salah ?”.

Acara yang digelar dalam Webinar tersebut, Chacha sapaan akrab istri Bupati Kendal, Dico M Ganinduto sebagai narasumber, ditemani dokter Dimple Gobind Nagrani.

Chacha menyampaikan terkait bahaya stunting dan pentingnya ASI bagi tumbuh kembangnya anak. Dikatakan, dua tahun pertama kehidupan anak, atau dikenal dengan 1.000 hari pertama, adalah masa yang kritis bagi tumbuh kembangnya.

Pada waktu inilah bayi harus memperoleh asupan gizi yang cukup dan tepat supaya ia tidak menderita malnutrisi yang dapat berujung pada stunting.

“Pemberian ASI eksklusif merupakan cara termudah untuk terpenuhinya kebutuhan nutrisi bayi. Manfaat ASI eksklusif telah terbukti membantu anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga meminimalisir risiko terjadinya stunting pada anak,” ungkap Chacha.

Pihaknya juga mengatakan bahwa usaha penurunan angka stunting menjadi peran dari semua pihak dan bukan hanya tugas dari Dinas Kesehatan.

“Stunting ini harus kita perhatikan bersama, jadi bukan hanya dari pihak kesehatan saja yang berperan. Maka dari itu kampanye terkait stunting harus digerakan semua pihak sehingga masyarakat dapat memahami apa itu bahaya stunting,” ujar Chacha.

Sementara dokter Dimple Gobind Nagrani terkait stunting memberikan penjelasan, pentingnya mengetahui perkembangan berat badan anak dan cara menimbang, kemudian perbandingan antara ASI dengan susu formula.

“Kebutuhan ASI bagi anak sangatlah penting, tentunya ASI lebih baik dari susu formula. ASI sendiri menjadi pokok lantaran sebagai kebutuhan gizi si kecil dan itu dapat mempengaruhi berat badan anak,” jelas Dimple.

Ia pun menjelaskan terkait penyebab pemberian ASI yang tidak maksimal. Para ibu dianjurkan untuk selalu mengosongkan ASI yaitu dengan memberikan ASI secara maksimal setiap hari.

“Terkait Aplikasi Tentang Anak merupakan aplikasi parenting yang holistik untuk pantau kehamilan hingga tumbuh kembang anak yang berisi edukasi, nutrisi, stimulasi, sampai evaluasi dari ahlinya anak,” imbuh Dimple. (HS-06)

4 Satker Polda Jateng Raih Penghargaan di Bidang Pelaksanaan Anggaran Negara

Bareng Pramuka, Ganjar Tanam 3.500 Bibit Mangrove di Semarang