63 THL TBPP di Kabupaten Semarang Diusulkan jadi PPPK

 

 

berdialog dengan Bupati Semarang Mundjirin di Pendapa Kecamatan Ambarawa, Kamis (5/11)

 

HALO SEMARANG – Nada riang terdengar dari mulut Baihaki, salah seorang tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) di Ungaran Timur, saat berdialog dengan Bupati Semarang Mundjirin di Pendapa Kecamatan Ambarawa, Kamis (5/11).

Penantiannya bersama puluhan rekannya selama bertahun-tahun, untuk diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) sebentar lagi terwujud.

“Kami berharap Pemkab Semarang membantu kami menyelesaikan tahapan asesmen akhir untuk diangkat sebagai ASN,” ucapnya di hadapan bupati.

Menanggapi pernyataan itu, Bupati Semarang Mundjirin memerintahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Semarang, untuk membantu proses usulan pengangkatan 63 orang THL TBPP itu.

Nantinya, mereka akan diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Saya menghargai kinerja dan loyalitas para tenaga bantu penyuluh pertanian ini. BKD akan mengusulkan semuanya dan jangan ada yang ketinggalan,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga memerintahkan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna membantu pelaksanaan rapid test maupun swab test bagi para THL TBPP yang akan mengikuti tahap asesmen.

Sebab tes tersebut menjadi salah satu syarat mengikuti kegiatan itu.

Bupati menegaskan, peran penyuluh pertanian sangat penting untuk menjaga tingkat produktivitas hasil pertanian.

Diakuinya, di masa pandemi ini, sektor pertanian terhitung mampu bertahan di tengah mengkerutnya kondisi ekonomi daerah dan nasional.

Bahkan, bupati menyebut, sektor pertanian memberikan kontribusi yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu menerangkan, fungsi penyuluh sangat vital sebagai pengantar informasi antara pemerintah dan petani.

“Saat ini, kita kekurangan tenaga penyuluh. Tahun depan ada empat (orang) penyuluh yang akan pensiun dari total sekitar 73 (orang) penyuluh berstatus PNS. Diharapkan, para THL TBPP akan dapat mengisi kekurangan itu,” terangnya.

Disampaikan, para THL TBPP itu akan mengikuti sertifikasi kompetensi profesi pada Rabu (11/11/2020) hingga Kamis (12/11) untuk diangkat sebagai PPPK.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Semarang, Partono menambahkan, THL TBPP itu merupakan pegawai honorer K-2 yang belum terangkat jadi PNS.

Mereka terganjal aturan usia melebihi 35 tahun.
“Mereka akan diusulkan untuk mendapatkan nomor induk pegawai bersamaan dengan para pendaftar CPNS formasi tahun 2019 yang dinyatakan lulus,” katanya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.