in

Syawalan, Alun-Alun Kaliwungu Penyumbang Sampah Tertinggi

Petugas kebersihan sedang menaikkan sampah ke truk.

HALO KENDAL – Alun-alun Kaliwungu menjadi kawasan tertinggi penyumbang sampah pada perayaan Syawalan ini. Hal itu dipicu adanya pasar tiban Syawalan dan pasar malam.

Akibatnya, volume sampah di Alun-Alun Kaliwungu selama perayaan Syawalan meningkat 100 persen dari hari biasa.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Vivin Irawati menerangkan, tingginya volume sampah ini berasal dari beberapa lokasi yang menggelar perayaan Syawalan.

“Seperti di kawasan alun-alun Kaliwungu, di komplek pemakaman ulama di Bukit Jabal, di kawasan Masjid Agung Kendal, dan beberapa lokasi lain,” katanya, Jumat (13/5/2022).

Kendati demikian, lanjut Vivin, alun-alun Kaliwungu menjadi kawasan tertinggi penyumbang sampah pada perayaan Syawalan tahun ini.

“Produksi sampah selama Syawalan yang meningkat tajam ini, terjadi penumpukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS),” jelasnya.

Vivin mengungkapkan, banyaknya sampah yang menumpuk di TPS membuatnya harus menambah jam operasional pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Bahkan, kali ini petugas disiagakan untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA setiap pagi dan sore. Supaya tidak terjadi penumpukan sampah yang berlebihan,” ungkapnya.

Vivin menambahkan, kenaikan volume sampah di tingkat rumah tangga tidak terlalu tinggi. Selama ini, kendala yang dihadapi dalam pengangkutan sampah adalah keterbatasan SDM.

Meski begitu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal menambah waktu pengangkutan sampah.

“Jadi petugas akan siap jika sewaktu-waktu dihubungi untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA,” imbuhnya.

Menurut Vivin, sebanyak 70 persen persoalan sampah harus bisa diselesaikan di tingkat masyarakat. Sehingga sisanya diproses di TPA.

“Itu karena di Kabupaten Kendal hanya ada satu TPA. Adapun TPA lainnya sudah ditutup lantaran over kapasitas,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di alun-alun Kaliwungu, Bahrul (46) mengatakan, selama Syawalan ini produksi sampah memang sangat tinggi.

Menurutnya, itu yang membuat adanya bau tak sedap jika sampah tersebut belum diambil petugas.

“Kami disini tetap jaga kebersihan. Kami berharap petugas tidak terlambat saat mengambil sampahnya. Karena bikin bau,” ujar Bahrul. (HS-06).

Jurnalis Aljazeera Tewas di Tepi Barat, IJTI: Nodai Kemerdekaan Pers di Dunia

Begini Tips Produktif Tapi Tetap Healing