in

Tak Pernah Menang Lomba Krenova Lokal, Pencipta Inovasi Protades Layangkan Surat ke Baperlitbang Kendal

Pencipta Protades, Juni Prayitno dalam Konferensi Pers, Rabu (16/3/2022)

HALO KENDAL – Pencipta inovasi Program Digitalisasi Buku Letter C Desa (Protades), Juni Prayitno (24), melayangkan surat kepada Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Kendal, terkait hasil penyelenggaraan lomba Kreatifitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2022.

Dalam surat Juni menanyakan, bagaimana inovasi Protades yang dia ciptakan itu berhasil menjadi TOP 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dan menang dalam lomba Krenova di tingkat Nasional, namun bisa kalah dalam lomba Krenova di tingkat daerah yang saat itu diselenggarakan oleh Baperlitbang Kendal.

Padahal inovasi miliknya telah menyabet TOP 45 KIPP yang merupakan ajang apresiasi yang bergengsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten, Provinsi, Kementrian dan Lembaga yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemen PAN-RB) Republik Indonesia.

“Kenapa setelah bersaing dengan 2.178 inovasi dari seluruh nusantara dan berhasil menjadi Top 45 KIPP, tapi anehnya inovasi ini tak pernah menang saat mengikuti lomba Krenova yang diselenggarakan oleh Baperlitbang Kabupaten Kendal,” ungkapnya dalam Press Release, Rabu (16/3/2022).

Juni juga mengaku, suratnya telah mendapatkan jawaban dari Baperlitbang tertanggal 11 Maret 2022, yang berisikan penyampaian apresiasi dari Baperlitbang kepada Juni Prayitno yang telah mengikuti Krenova.

“Dalam surat tersebut juga menyebutkan bahwa keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Surat ditandatangani secara elektronik oleh Plt Baperlitbang Muhammad Yusuf Ariyanto,” terangnya.

Sosok anak muda yang berasal dari Desa Kebongembong Kecamatan Pageruyung tersebut juga bertanya-tanya mengapa di tingkat nasional bisa menang tapi malah kalah di tingkat lokal dan di daerahnya sendiri.

Juni juga mengatakan bahwa dirinya sengaja menciptakan inovasi Protades, sebagai inovasi pertama kali di Indonesia pada tahun 2017 lalu, untuk pelayanan publik khususnya pemerintah desa dan membawa nama baik Kabupaten Kendal baik di tingkat nasional maupun internasional.

Hal ini ia tunjukkan di tahun 2022 ini, Protades juga sedang mewakili Indonesia dalam ajang United Nations Public Service Award tingkat dunia yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB).

“Ini artinya kami juga berkesempatan bersaing dengan inovasi yang berasal dari 193 negara di dunia,” ujar Juni.

Ia pun mengaku, perjalanan Protades untuk bisa diterapkan di desa-desa di Indonesia tentunya tidaklah semulus yang diperkirakan, banyak lika-liku yang harus ia jalani.

“Semua kami lalui, sampai kami harus door to door ke desa desa. Kita tahu bahwa di Kendal ada 286 desa dan kelurahan dari 20 Kecamatan. Dari jumlah itu 70 persennya masih membutuhkan proses sampai empat tahun,” ungkap Juni.

Untuk itulah, dirinya melakukan door to door memberikan edukasi bagaimana manfaat dan dampak positif implementasi Protades di desa-desa di Kabupaten Kendal dan masih ada 78 desa yang belum mengimplementasi Protades pada awal tahun 2021.

Alhamdulilah karena dukungan kebijakan dari Bapak Bupati kita yang 78 desa itu hari ini sudah mengimplementasikan protades walaupun tersisa hanya 15 desa. Tentunya kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi respon pemerintah terkait hal ini,” ungkap Juni.

Selain itu, sejak tahun 2017 sampai hari ini tercatat ada 564 desa dan kelurahan yang telah menerapkan Protades dari 34 kabupaten dan kota termasuk Kabupaten Kendal. Dan menurutnya, sesuai grafik, angka menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

Dia menambahkan, setelah lima tahun Protades berhasil memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, ia pun mencatat telah berpartisipasi pada lomba Krenova tingkat Kabupaten Kendal sebanyak tiga kali.

“Pertama tahun 2020 sebelum Protades go nasional. Kami ikut agar sebelum go nasional bisa mendapatkan apresiasi dulu di daerah. Namun nyatanya kami gagal,” ungkap Juni.

Kegagalan di tahun 2020 ini, lanjut dia, memicu semangatnya untuk terus bergerak mengekspansi inovasi ini lebih luas lagi, yakni ke Jawa Timur, Jawa Barat dan DIY sampai pada tahun 2021 tercatat ada 434 desa dan kelurahan penerima manfaat.

“Pikir kami ketika nanti ikut Krenova Kendal tahun 2021, kami bisa memenangkannya. Tetapi lagi-lagi untuk yang kedua kalinya kami gagal Kembali,” ujar Juni.

Disisi lain, dirinya merasa bersyukur, karena di tahun yang sama dirinya dapat memenangkan KIPP Nasional 2021. “Saat itu kami bertanya-tanya apa yang salah dengan Protades di Krenova Kendal,” tanya Juni.

Sekali lagi di tahun 2022, rasa penasarannya yang memutuskan untuk mengikuti kembali ajang Krenova kabupaten Kendal. Dengan asumsi para juri akan melihat data dan referensi Protades dalam kurun waktu lima tahun ini dan prestasi yang pernah diraih.

Namun, lagi-lagi pil pahit kegagalan sebelumnya kembali harus ia telan saat mengikuti Kreanova yang ketiga kalinya ini.

‘’Ini merupakan keputusan di luar nalar dan logika kita, coba kita renungkan. Di sini kami tidak berbicara mengenai Protades menang atau kalah, tapi disini kami ingin menyuarakan keadilan, pendapat dan pandangan kami selaku masyarakat, selaku inovator terhadap cara pemerintah memberikan apresiasi dan mendorong para anak-anak muda Kendal yang kreatif untuk mereka bisa semangat dan berkembang,” ungkapnya.

Sedangkan inovasi miliknya telah menyabet TOP 45 KIPP yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformsi Birokrasi (PAN-RB) Republik Indonesia.

‘’Di KIPP, Protades berhasil meraih prestasi setelah bersaing dengan 2.178 inovasi dari seluruh nusantara dan melalui proses seleksi administrasi, tahap presentasi dan wawancara sampai verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Tim Panel Independen yang terdiri dari akademisi dan pakar,” pungkas Juni. (HS-06).

Pemkot Semarang Salurkan 5.400 Liter Minyak Goreng untuk Pedagang Pasar dengan Harga 14.000

Gubernur Jawa Tengah Resmikan Kantor Bank Jateng Cabang Mungkid Magelang