in

51 Pasien OTG Asal Klaten Dipindahkan ke Donohudan

Pasien Covid-19 tanpa gejala yang sebelumnya menjalani isolasi terpusat di GOR Gelarsena Klaten, memasuki bus milik Brimob Polda Jawa Tengah, untuk menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, memindahkan 51 pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG), ke tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jumat (23/7). Mereka sebelumnya menempati tempat isolasi terpusat GOR Gelarsena Klaten.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan pemindahan tersebut merupakan langkah memaksimalkan isolasi pasien Covid-19 di Klaten. Hal ini sesuai arahan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam manajemen kontigensi penanganan Covid-19.

“Di Klaten (kapasitas) tempat isolasi terpusat ada 900-an (bed). Namun sesuai arahan Pak Kapolda, untuk memaksimalkan (tempat isolasi terpusat) di Donohudan, sehingga kita mobilisasi ke sana,” kata dia, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Pasien yang dibawa ke Donohudan, merupakan pasien OTG dari 26 Kecamatan dan memenuhi kriteria. Sebelumnya pasien OTG dari kecamatan ditempatkan di GOR Gelarsena, yang merupakan tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten dan mendapatkan asesmen dari tim medis.

Selanjutnya, dengan menggunakan bus milik Brimob Polda Jawa Tengah, pasien diberangkatkan ke Donohudan.

“Kriterianya, laki-laki, bukan lansia, dan OTG,” ungkapnya.

Bupati menambahkan masyarakat tidak perlu khawatir bila harus mengikuti isolasi terpusat. Hal ini lantaran kebutuhan pasien, mulai dari makanan, logistik, obat-obatan hingga pengawasan dari tenaga medis, sudah terfasilitasi.

“Di sana dijamin semuanya. Sesuai dengan SOP isolasi, pasien berada di tempat isolasi terpusat selama 14 hari. Di setelah 7 hari di sana, akan dilakukan tes PCR,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan  pihaknya menerapkan manajemen kontingensi di wilayah Kabupaten Klaten, mulai Jumat (23/7). Langkah ini diambil, karena angka konfirmasi positif Covid-19 di daerah itu cukup besar.

“Untuk itu penanganan Covid-19 di wilayah Jawa Tengah akan dikonsentrasikan di Kabupaten Klaten,” kata Kapolda, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Menurut dia, angka aktif di Klaten sudah hampir 5.000 orang. Karena itu seluruh pejabat Polda Jateng, akan ke Klaten dalam rangka memberikan briefing, mengevaluasi tentang kegiatan-kegiatan penanganan Covid 19 di wilayah Klaten. “Saya akan turun langsung dalam rangka penetrasi, barangkali perlu adanya suatu evaluasi penekanan terkait dengan masyarakat kita,” imbuh Kapolda.

Mantan Kapolresta Surakarta itu, menjelaskan langkah pertama yang akan dilakukan Polda Jateng, adalah memindahkan warga yang isolasi mandiri ke lokasi isolasi terpusat. Hal itu karena isolasi mandiri tidak efektif untuk menekan angka penularan Covid-19 dan justru menimbulkan klaster keluarga.

“Yang paling utama, masyarakat Klaten saya imbau, mari kita melaksanakan kegiatan dengan cara ikut isolasi terpusat. Karena isolasi terpusatnya telah disiapkan pemda dan pemprov,” imbau Kapolda.

Kapolda memaparkan, pasien dikumpulkan di lokasi isolasi terpusat itu untuk diobati. Harapannya, pasien sudah bisa pulang dan sehat kembali dalam waktu 2 minggu.

“Tidak usah takut. Semua beban dibiayakan kepada pemda maupun pemprov. Polri nanti membantu untuk ikut serta dalam isolasi terpusat,” jelas Kapolda.

Usai meninjau vaksinasi di Klaten, Kapolda Jateng kemudian melakukan bakti sosial membagikan 100 paket sembako kepada pedagang angkringan, tukang becak, dan tukang ojek di seputaran Kota Klaten. (HS-08)

Share This

Kabur pada 2016, Osimin Wenda Penembak Tito Karnavian Akhirnya Kembali ke Bui

Akan Potensi Demo Tolak PPKM Di Semarang, Ini Kata Kapolda Jateng