in

50 Persen Alumnus BLK Terserap Dunia Kerja

Foto : Pekalongankota.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Sebanyak 40 hingga 50 persen lulusan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, saat ini telah mendapat pekerjaan atau memiliki usaha sendiri.

Kepala UPTD BLK Kota Pekalongan, Sunarto Hadi SIP MM memberi contoh, untuk peserta pelatihan mengelas, banyak yang kemudian menjadi karyawan bengkel las milik perorangan. Bahkan ada pula yang setelah lulus dari BLK, bisa membuka usaha sendiri.

“Untuk lulusan pelatihan kue dan roti kebanyakan diproduksi dan dipasarkan sendiri. Termasuk salon, ada yang bekerja dan ada pula yang membuka usaha sendiri,” kata Sunarto, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Selain berusaha menyalurkan para lulusan ke perusahaan, BLK juga mendorong alumni untuk dapat berwirausaha. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Lanjut dia, tujuan dari pelatihan ini memang agar sebanyak mungkin peserta dapat terserap oleh lapangan kerja atau membuka usaha mandiri. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, untuk mengurangi pengangguran.

Adapun untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihan, BLK juga memberikan pelatihan digital marketing, pada peserta pelatihan yang dibiayai APBD. “Memang kami bekali pelatihan digital marketing, sehingga peserta seusai pelatihan, mereka mempunyai skill dalam memasarkan usahanya secara online. Untuk APBN memang tidak ada pelatihan digital marketing, sebab untuk paket pelatihan bersumber dari pusat,” imbuhnya.

Menurutnya, pelatihan digital marketing ini menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Di mana perkembangan teknologi menuntut individu untuk dapat mengikuti perkembangan yang ada sehingga tidak tertinggal dengan yang lain.

“Dalam situasi pandemi ini, sebetulnya bukan menjadi alasan atau sumber ketakutan bagi kita. Justru sebaliknya, untuk menambah inovasi dan income (pendapatan) dari perkembangan teknologi tersebut,” kata dia. (HS-08)

Share This

Perempuan Tak Boleh Hanya Jadi Objek

Pemkab Batang Wacanakan Produk Wanho Dipasarkan di Indonesia