in

48 Petarung Terbaik Akan Bersaing di LAC XVI 2019

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pembina Yayasan Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah dan Ketua Yayasan Sosial Lindu Aji Freddy Gondowardojo beserta jajaran panitia saat memberikan penjelasan dalam jumpa pers di Dafam Hotel Semarang, Senin (3/11/2019).

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 48 petarung dari 22 sasana bela diri di Indonesia akan bersaing menjadi yang terbaik di kelasnya pada ajang Lindu Aji Championship (LAC) XVI yang akan dilaksanakan di GOR Sahabat, 1 Desember 2019 mendatang.

Kejuaraan bela diri tarung bebas ini merupakan agenda tahunan Yayasan Lindu Aji, untuk menjaring bibit atlet bela diri tarung bebas dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua panitia LAC XVI 2019, Wijaya Dahlan mengatakan, ajang LAC XVI akan berbeda dibanding kejuaraan serupa tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini kami membagi dalam dua kategori, eksebisi dan turnamen. Akan ada 20 partai di kelas eksebisi, dan 8 atlet yang akan berlaga di kategori turnamen kelas 57 kg. Di kelas turnamen ini akan ada perebutan sabuk juara dan hadiah Rp 20 juta. Nomor turnamen ini diikuti para petarung terbaik dari beberapa sasana bela diri,” katanya, saat jumpa pers di Dafam Hotel Semarang, Senin (3/11/2019).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pembina Yayasan Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah dan Ketua Yayasan Sosial Lindu Aji Freddy Gondowardojo beserta jajaran panitia.

Wijaya memastikan, petarung yang akan tampil merupakan atlet terbaik dari sasana-sasana yang sudah melalui tahap seleksi. LAC XVI sendiri akan dilaksanakan mulai pukul 15.00 sampai selesai.

“Untuk tiket bisa dibeli di outlet yang telah bekerja sama dengan kami, seperti di Cafe Lot 28 Singosari dan Good velas Resto Gajahmungkur. Untuk harga tiketnya, Rp 150 ribu untuk VIP dan tiket tribun Rp 50 ribu. Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui Instagram @yayasansosial.linduaji,” katanya.

Ketua Pembina Yayasan Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah mengatakan, petarung yang tampil nanti sudah melalui tahap seleksi yang ketat. Hal ini untuk menjaga kualitas dari LAC.

“Kami melakukan standarisasi atlet yang bisa tampil. Jadi benar-benar petarung terbaik yang akan bertanding,” tandas Ikhwan.

Dia berharap animo masyarakat untuk menyaksikan event ini sangat besar. Apalagi olahraga bela diri tarung bebas sudah sangat populer di masyarakat.

“Kami akan mengemas LAC XVI ini lebih ke sportainment. Bagaimana memadukan antara olahraga dengan hiburan. Sehingga penonton tak akan jemu hanya melihat pertandingan saja. Misalnya ada hiburan di sela-sela laga. Dengan demikian akan menjadi daya tarik kaum muda,” tuturnya.

Sementara ketua Pelaksana Pertandingan LAC XVI 2019, Gunawan Wijaya mengatakan, beberapa atlet MMA dan One Pride juga akan tampil di kelas turnamen. Seperti Gunawan dari Eagle Eyes Solo, Toreq dari sasana Bali MMA, Winardi dari sasana Lindu Aji, dan Alfiandi dari sasana Han’s Solo.

“Untuk kelas eksebisi ada 40 atlet yang akan bertanding di delapan kelas, yakni kelas 51 kg, 54 kg, 57 kg, 60 kg, 63 kg, 65 kg, 71 kg, 75 kg,” katanya.

Sebenarnya, tambah Gunawan Wijaya, ada 300 calon peserta yang mendaftar untuk mengikuti LAC XVI ini. Tapi setelah dilakukan kurasi dengan alasan ada keterbatasan waktu pelaksanaan, akhirnya dipilih 40 petarung eksebisi dan 8 petarung turnamen.

“Atlet yang bertarung dari beberapa daerah di Indonesia. Seperti Manado, Sulawesi, Surabaya, Kupang, Jakarta, Bandung, Solo, dll. Lindu Aji sendiri akan menurunkan 12 peserta untuk eksebisi dan dua petarung untuk kelas turnamen,” katanya.(HS)

Inilah Daftar Pemain PSIS yang Diberangkatkan ke Bandung

Pernah Hangus Terbakar, Pemkot Ingin Kembalikan Kejayaan Pasar Johar