43 Pasien Covid-19 di Kabupaten Magelang Sembuh, Terbanyak Dari Tempuran

Foto ilustrasi corona.

 

HALO MAGELANG – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Minggu (10/1) menyebutkan 43 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

Terbanyak dari Kecamatan Tempuran 22 orang, Mungkid 6 orang; Windusari 5 orang; Salaman 4 orang; Kajoran 4 orang dan di Mertoyudan serta Ngluwar masing-masing 1 orang.

“Namun ada satu warga Srumbung, yang dinyatakan meninggal terkonfirmasi Covid-19,” ungkapnya.

Pada hari itu juga ada tambahan 41 pasien terkonfirmasi baru. Tambahan sebanyak itu, tersebar di Mertoyudan dan Borobudur 6 orang; Windusari 3 orang; Mungkid 3 orang; Muntilan 3 orang; Secang 3 orang serta masing-masing 2 orang di Salaman, Muntilan, Ngablak, Tegalrejo, Grabag, Pakis, Candimulyo dan Bandongan.

Selain itu juga ada satu orang tersebar di Sawangan, Tempuran, Ngluwar, Srumbung dan Dukun.

“Dengan demikian, jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi menjadi 6.718 orang. Rinciannya, 1.462 dalam penyembuhan, 5.088 sembuh dan 168 meninggal,” jelasnya.

Pasien suspek, kata Nanda, ada tambahan 14 orang. Namun demikian, ada 8 sembuh dan 29 alih status menjadi terkonfirmasi. Delapan pasien suspek yang sembuh itu, berasal dari Pakis 3 orang; Ngluwar 2 orang; dan satu orang di Kajoran, Windusari serta Secang.

“Dengan demikian, jumlah kumulatifnya menjadi 1.150 orang. Rinciannya, 54 dirawat, 987 sembuh, 32 menjalani isolasi mandiri dan 77 dinyatakan selesai menjalani isolasi mandiri,” kata dia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengatakan Pemerintah Kabupaten Magelang, siap mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah.

“Meskipun tidak termasuk wilayah yang disebutkan dalam surat edaran Gubernur Jateng, Kabupaten Magelang masih termasuk dalam zona merah Covid-19,” demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto.

Pemkab Magelang tetap mewajibkan masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Dengan demikian akan mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang.

“Kami berkoordinasi dengan unsur stakeholder akan melaksanakan operasi yustisi di wilayah perbatasan guna mendukung PPKM,” lanjutnya.

Sementara itu, General Manager Artos Mall, Raymond Aditya mengatakan berdasarkan surat edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten dan kota provinsi Jawa Tengah, pusat perbelanjaan Artos Mall mengubah jam operasional.

Selama PPKM, pusat perbelanjaan itu dibuka jam 10.00 sampai dengan 19.00 WIB.

“Hal ini bertujuan mendukung program pemerintah, yakni menekan angka kasus penularan Covid-19 di Jawa Tengah khususnya di Kota dan Kabupaten Magelang,” ujar Raymond dalam keterangan rilisnya, Minggu (10/1/2021).

Perubahan jam operasional Artos Mall akan berlaku pada 11 – 25 Januari 2021 di seluruh tenant. Biasanya, Artos Mall buka dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB pada weekdays dan 21.00 saat weekend.

“Selain mengurangi jam operasional, kami akan terus konsisten menjalankan protokol kesehatan di area Artos Mall yakni mewajibkan setiap pengunjung dan karyawan menggunakan masker, pembatasan kapasitas tempat duduk di tenant kuliner, penyediaan sarana dan prasarana kebersihan bagi pengunjung seperti hand sanitizer dan wastafel di beberapa titik dan pelaksanaan disinfeksi secara berkala,” imbuhnya.

“Hal ini bertujuan agar pengunjung tetap merasa aman dan nyaman berbelanja di Artos Mall dan mengantisipasi lonjakan kasus positif usai liburan panjang,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.