in

4.200 Ibu Hamil di Klaten Jadi Sasaran Vaksinasi

Bupati Klaten Sri Mulyani beserta Ketua TP PKK Kabupten Klaten, mengecek vaksinasi untuk ibu hamil yang diselenggarakan Puskesmas Klaten Tengah, di SD Kanisius Klaten, di samping Gereja St Maria Assumpta. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Sebanyak lebih kurang 4.200 ibu hamil dengan usia kandungan di atas 12 minggu sampai sekitar 33 minggu di Kabupaten Klaten, akan menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 secara massal. Vaksinasi ini dilakukan untuk melindungi ibu hamil, sekaligus calon bayi mereka, dari infeksi Covid-19.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Tuti Nurharyanti, mengatakan pencanangan vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil di Klaten sudah dimulai, Kamis (19/08), bersamaan dengan acara serupa di seluruh Indonesia.

Untuk vaksinasi tahap pertama ini, Bupati Klaten Sri Mulyani beserta Ketua TP PKK Kabupten Klaten, juga mengecek secara langsung di Puskesmas Klaten Tengah. Vaksinasi Covid-19 yang digelar Puskesmas Klaten Tengah, dilaksanakan di SD Kanisius Klaten, di samping Gereja St Maria Assumpta.

Lebih lanjut Tuti Nurharyanti mengatakan vaksinasi ini bekerja sama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

“Kami di Klaten, untuk pencanangannya di Puskesmas Klaten Tengah dan ini di seluruh puskesmas di Kabupaten Klaten juga melaksanakan dengan sasaran masing-masing,” kata dia, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Dia juga menjelaskan sasaran vaksinasi ini ada 4.200-an ibu hamil yang usia kandungannya diatas 12 minggu sampai sekitar 33 minggu. Tapi untuk tahap pertama ini adalah 2.000 ibu hamil dan setelahnya akan dilanjutkan.

“Harapannya tentunya dengan adanya adalah kegiatan vaksinasi ini, akan memunculkan imunitas bagi ibu hamil. Kematian ibu pada masa wabah Covid-19 ini sangat meningkat,” ungkapnya

Dia menambahkan, jika semakin banyak yang tervaksinasi, maka akan terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Tak hanya vaksinasi, untuk menjaga kesehatan, ibu hamil juga harus mengonsumsi makanan gizi secara seimbang, serta vitamin-vitamin yang dianjurkan, terutama tablet tambah darah.

Ibu hamil juga perlu mendapat imuniasasi Tetanus Toxoid untuk mencegah tetanus saat melahirkan. Kemudian aktivitas-aktivitas ibu juga harus dijaga.

“Kemudian yang jelas adalah pemeriksaan rutin ibu hamil pemerikasaan di fasilitas kesehatan, kalau memang kondisinya resikonya tinggi harus dirujuk ke dokter kandungan,” kata dia. (HS-08)

Share This

Pemkot Solo Terima bantuan 50 unit Hepa Ventilasi dari Pemkot Zhuhai

Jumlah Pasien Isoter Turun, Pemkab Klaten Tingkatkan Tracing