390 Pemudik Dari Kalimantan Mendarat Di Pelabuhan Kendal

Penumpang KMP Kalibodri dari Kalimantan Tengah yang berlabuh di Pelabuhan Kendal, Kamis (29/4/2021).

 

HALO KENDAL – Mudik di masa Pandemi Covid-19 sudah dilarang oleh pemerintah. Pasalnya dunia internasional tengah mewaspadai penyebaran wabah virus corona.

Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah pencegahan khususnya bagi penumpang kapal yang masuk ke Pelabuhan Kendal.

Bagi semua penumpang kapal yang berlabuh di Pelabuhan Kendal wajib menunjukkan surat swab antigen atau PCR. Semua penumpang yang datang dari Kalimantan, diperiksa oleh petugas dari bagian kesehatan Pelabuhan.

Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang di pelabuhan.

Hal ini untuk mencegah masuknya virus corona dari luar Pulau Jawa.

Seperti yang terjadi, Kamis (29/4/2021), KMP Kalibodri yang berlabuh di Pelabuhan Kendal membawa 390 pemudik dari wilayah Kalimantan Tengah. Satu persatu penumpang dicek suhu dan harus bisa menunjukkan surat keterangan swab antigen dari daerah asal.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 tahun 2021, tentang pengendalian transportasi selama Idulfitri 1442 H, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Andy Rahmat Yulianto mengatakan, mulai tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021, kapal penumpang tidak diperbolehkan mengangkut penumpang.

Kecuali tenaga medis dan sopir pengangkut barang. Dengan ketentuan wajib menunjukkan surat swab antigen atau PCR.

“Untuk KMP Kalibodri hari ini yang mengangkut 390 penumpang, yang terdiri dari 347 orang dewasa, 4 bayi dan 28 awak kendaraan yang membawa barang. Ada juga 27 unit kendaraan truk,” paparnya.

Dijelaskan, semua yang datang dilakukan cek suhu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, dan setiap orang harus menunjukkan surat keterangan swab antigen dari virus corona.

Sementara penumpang dari Kalteng mau mudik ke Banjarnegara, Sofyan mengatakan, sesuai peraturan pemerintah, semua penumpang kapal harus melakukan rapid test antigen.

“Ketika mau beli tiket sudah satu paket termasuk swab antigen sebesar Rp 1.100.000 per orang,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan penumpang asam Pangkalan Bun, Boga, yang akan pulang ke Demak.

“Saya membeli tiket sebelum dikeluarkannya larangan mudik. Dengan adanya persyaratan swab ini, biaya yang kami keluarkan urtuk pulang kampung semakin membengkak,” ungkapnya.

Boga pun mengaku khawatir saat dirinya nanti mau pulang ke Kalimantan. Karena harus bisa menunjukkan surat PCR. Padahal biaya PCR mencapai Rp 900 ribu.

“Belum membayar karcis dan lain sebagainya. Total biaya sekali perjalanan bisa mencapai Rp 1.500.000. Ya mau gimana lagi, ini sudah jadi risiko kami. Karena semahal apapun harus pulang kampung. Rasa kangen saya kepada orang tua dan keluarga, terpaksa harus saya lakukan,” ucapnya.

Sementara petugas agen di Pelabuhan Kendal, Yessi mengatakan, bagi penumpang dari Kalimantan harus bisa menunjukkan swab antigen. Namun bagi yang akan ke Kalimantan harus PCR.

“Sejak ada pandemi Covid-19, jumlah penumpang menurun drastis hingga 50 persen dibanding sebelum pandemi. Padahal hari biasa pun juga sedikit. Paling banyak 50 orang,” ungkapnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.