39 Peserta Ikuti Ajang Krenova dan Penova

Penjurian dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi dan Penjaringan Inovasi Masyarakat Tahun 2021, di aula Progo, Bappeda Temanggung. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung, mengadakan Penilaian Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) dan Penjaringan Inovasi Masyarakat (Penova) Tahun 2021.

Tahun ini, sebanyak 35 peserta Krenova dan empat peserta Penova ikut berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut.

Penjurian dilaksanakan selama tiga hari, Rabu (14/4) sampai Jumat (16/4) di aula Progo, Bappeda Temanggung, dengan melibatkan dewan juri dari berbagai kalangan. Di antaranya dari kalangan media, enterpreneur, dan akademisi.

- Advertisement -

Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo mengatakan Krenova dan Penova merupakan ajang tahunan, yang dilaksanakan dalam rangka menyerap aspirasi serta membuka iklim inovasi kepada masyarakat.

Pada tahun sebelumnya, ada sebanyak 115 inovasi dari Kabupaten Temanggung, sehingga pada tahun sebelumnya Kabupaten Temanggung menjadi salah satu dari 10 kabupaten dan kota terinovasi di Indonesia.

“Lomba ini hanya sarana saluran saja, tetapi yang lebih penting pada prinsipnya kita menggali internalisasi ide dari masyarakat, yang kemudian bermanfaat untuk masyarakat secara luas,” kata Ripto, Jumat (16/4), seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Ripto menambahkan, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penilaian Penova, yang berasal dari ide sebuah komunitas yang bergerak bersama-sama, untuk menciptakan kegiatan yang inovatif dalam mendukung kegiatan masyarakat. Terutama inovasi di masa pandemi  dalam mengatasi masalah ekonomi.

“Setelah dilakukan penilaian di tingkat kabupaten, lima peserta Krenova dan lima peserta Penova terbaik akan maju ke tingkat provinsi, dan dilakukan penilaian ulang oleh tim provinsi dengan mendapat pendampingan dari tim Bappeda Temanggung,” ujarnya.

Ripto menjelaskan, ada beberapa aspek yang menjadi indikator penilaian. Di antaranya aspek originalitas, kemanfaatan, komersialisasi, dan aspek keberlanjutan.

“Harapannya, seluruh inovator bisa bermanfaat untuk masyarakat. Lomba hanya salah satu cara, tetapi yang paling penting mereka berkembang, bisa mengembangkan inovasinya, bermanfaat bagi peserta, dan masyarakat Temanggung, serta didukung dengan strategi pemasaran yang baik. Sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat di Indonesia secara luas,” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.