in

33 Tim Meriahkan Lomba Dayung Rowo Suran Festival 2022 di Kebumen

Lomba dayung Rowo Suran Festival 2022, di Sungai Wawar, Desa Rowo, Kecamatan Mirit, Sabtu (6/8/2022). (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto mengharapkan lomba dayung Rowo Suran Festival dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dan ditingkatkan kualitas penyelenggaraanya, sekaligus sebagai bagian dari event wisata.

Harapan itu disampaikan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, ketika membuka lomba dayung Rowo Suran Festival 2022, di Sungai Wawar, Desa Rowo, Kecamatan Mirit, Sabtu (6/8/2022). Lomba diikuti 33 tim, bukan hanya dari Cilacap, melainkan juga luar kota.

Lebih lanjut Bupati menyambut baik setiap ide kreatif dan gagasan masyarakat yang ingin memeriahkan bulan Muharam ini dengan kegiatan-kegiatan yang menarik.

Seperti halnya Rowo Suran Festival, yang diadakan sekaligus untuk memeriahkan dan memperingati HUT Ke-77 Kemerdekaan RI dan HUT Ke-393 Kebumen.

Perlombaan ini, menurut dia membawa nuansa kearifan lokal dengan suasana kebersamaan dan sukacita penuh perjuangan dalam meraih kemenangan.

“Lomba dayung ini merupakan kearifan lokal yang harus dijunjung tinggi dan dilestarikan. Ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi sebagai simbol persatuan dan kerukunan masyarakat, apalagi ini juga diikuti oleh peserta dari kabupaten lain,” kata Bupati Kebumen, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Karena itu, Bupati berharap lomba ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dan ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya.

Sebab kegiatan semacam ini juga bisa mempromosikan wilayah Kecamatan Mirit dengan segala potensinya. baik untuk sektor pertanian, peternakan, maupun pengembangan sektor pariwisata.

“Untuk pengembangan dan pemanfaatan potensi pariwisata ini, masih perlu terus kita tingkatkan di masa-masa mendatang. Dan hal itu, tentu juga menjadi sebuah tantangan dan peluang bagi kita semua karenanya dalam upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah,” ucap Bupati.

Sementara itu, Kepala Desa Rowo, Samsino menambahkan Lomba Dayung ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Kebumen saja, tapi juga dari Kabupaten Purworejo sebanyak enam tim. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, finalnya akan diadakan, Minggu (7/8).

“Nanti akan kita ambil juara 1,2 dan 3, serta juara harapan 1,2 dan 3. Para pemenang akan mendapatkan piala, mendali, piagam dan uang pembinaan dari panitia, dimana finalnya akan diadakan pada Minggu besok,” ujar Samsino.

Setiap perahu diisi oleh dua orang, mereka yang tercepat akan dinyatakan sebagai pemenang, jarak yang ditempuh dari star sampai finish adalah 140 meter. Kegiatan ini pun berlangsung sangat meriah dan sudah berlangsung puluhan tahun lamanya.

“Alhamdulillah tahun ini bisa kembali diadakan, setelah sebelumnya pada 2020 dan 2021 kita off karena pandemi. Ini sebenarnya memang kegiatan rutin yang kita adakan di  bulan Sura atau Muharam, bahkan sejak saya masih kecil lomba dayung ini sudah ada,” terangnya.

Ia menyebut, Rowo Suran Festival 2022 tidak hanya diisi lomba dayung tapi juga berbagai macam lomba menarik untuk ibu-ibu dan anak-anak. Puncaknya akan digelar pada 12 Agustus mendatang, di mana masyarakat mengadakan sedekah laut dengan memotong dan melarung kepala kambing ke laut disertai beberapa hasil bumi. (HS-08)

Pameran Kepurbakalaan di Cilacap, Ada Keris Zaman Kerajaan Jawa Abad Pertengahan

Kunjungi Ponpes Modern Assalaam, Sandiaga Harapkan Santri Bisa Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja