3.000 Face Shield Dibagikan untuk Siswa SMP di Temanggung

Pembagian face shield (alat pelindung wajah) kepada siswa di SMP 3 Temanggung. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Temanggung, membagikan 3.000 face shield (alat pelindung wajah) kepada siswa SMP di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Pengarusutamaan Gender DPPKBPPPA Kabupaten Temanggung, Sapto Sulistyowarni, seperti dirilis Jatengprov.go.id Rabu (28/10), mengatakan face shield  merupakan hasil karya dari ratusan ibu PKK. Mereka tergabung dalam 30 kelompok jaringan pengamanan ekonomi sosial.

Dari 30 kelompok tersebut, setiap satu kelompok mendapat jatah membuat 1.700 face shield. Lalu hasilnya sebanyak 60 persen diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan 40 persennya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung.

“Tujuan pemberian bantuan face shield ini, supaya siswa bisa aktif di kelas, selain menggunakan masker. Cara ini untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Sekarang digunakan dalam simulasi pembelajaran tatap muka, tetapi nanti juga bisa dipakai terus jika sudah benar-benar memasuki sekolah,” ujarnya saat ditemui usai pemberian batuan face shield secara simbolis di SMP 3 Temanggung, Selasa (27/10/2020).

Dikatakannya, program ini merupakan solusi di masa pandemi Covid-19. Di satu sisi para ibu rumah tangga membutuhkan pekerjaan agar mendapatkan penghasilan. Sementara bagi siswa, face shield sangat berguna dalam proses pembelajaran tatap muka.

Kepala SMP Negeri 3 Temanggung Tri Marwanti menyampaikan terima kasih atas bantuan face shield kepada anak didiknya. Bantuan ini sangat bermanfaat, terutama dalam memutus mata rantai penyebaran virus Korona maupun memuluskan proses belajar mengajar secara tatap muka nantinya.

“Terima kasih atas bantuan alat pelindung wajah dari DPPKBPPPA Kabupaten Temanggung. Harapan kami dengan adanya bantuan alat pelindung wajah ini nanti bisa memutus mata rantai Covid-19, karena anak-anak sudah terlindung, baik dengan masker maupun alat pelindung wajah ini,” ujarnya.

Ia juga berharap agar anak-anak tak hanya belajar melalui metode hanya daring, namun juga segera melakukan pembelajaran tatap muka. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.