in

28 Juli Kabupaten Kendal Berulang Tahun Ke-416, Ini Sejarahnya

Foto ilustrasi.

 

PENENTUAN Hari Jadi Kabupaten Kendal tanggal 28 Juli ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kendal Nomor 20 Tahun 2006, tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Kendal (Lembaran Daerah no 20 Tahun 2006 Seri E nomor 15).

Hal ini berdasarkan dari hasil Seminar yang diadakan tanggal 15 Agustus 2006, dengan mengundang para pakar dan pelaku sejarah, seperti Prof Dr Djuliati Suroyo (Guru Besar Fakultas sastra Undip Semarang), Dr Wasino, MHum (Dosen Pasca Sarjana Unnes), H Moenadi (Tokoh Masyarakat Kendal), dengan moderator Dr Singgih Tri Sulistiyono.

Setelah diadakan penelitian dan pengkajian secara komprehensif, yang menyepakati dan menyimpulkan bahwa momentum pengangkatan Tumenggung Bahurekso sebagai Bupati Kendal, bertepatan pada 12 Rabbiul Awal 1014 H, Kamis Legi malam Jumat atau 28 Juli 1605, dijadikan titik tolak diterapkannya hari jadi Kabupaten Kendal.

Adalah seorang pemuda bernama Joko Bahu, putra dari Ki Ageng Cempaluk yang bertempat tinggal di daerah Kesesi Kabupaten Pekalongan, yang akhirnya menjabat sebagai tumenggung pertama.

Joko Bahu dikenal sebagai seorang pekerja keras dan mencintai rakyatnya, sehingga berhasil memajukan daerahnya.

Atas keberhasilan itulah, Sultan Agung Hanyokrokusumo mengangkatnya menjadi Bupati Kendal yang diberi gelar Tumenggung Bahurekso.

Selain Bupati, Tumenggung Bahurekso juga diangkat sebagai Panglima Perang Mataram pada tanggal 26 Agustus 1628 memimpin puluhan ribu prajurit menyerbu VOC di Batavia.

Pada pertempuran tanggal 21 Oktober 1628 di Batavia, Tumenggung Bahurekso beserta kedua putranya gugur sebagai Kusuma Bangsa.

Dari perjalanan Sang Tumenggung Bahurekso memimpin penyerangan VOC di Batavia tanggal 26 Agustus 1628 itulah, sempat dijadikan patokan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal.

Dalam perkembangannya, momentum penyerbuan VOC di Batavia oleh Tumenggung Bahurekso dinilai banyak kalangan kurang tepat jika dijadikan sebagai penentuan hari jadi.

Setelah dilakukan penelitian dan kajian, akhirnya disepakati kembali bahwa momentum pengangkatan Tumenggung Bahurekso sebagai Bupati Kendal 28 Juli 1605 adalah momentum Hari Jadi Kabupaten Kendal.

Nama Kendal sendiri, konon diambil dari nama sebuah pohon yakni “Pohon Kendal”. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 – 1546 M, yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono.

Menurut kisah, Sunan Katong (seorang penyebar agama Islam di wilayah Kaliwungu) pernah terpana memandang keindahan dan kerindangan pohon Kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar.

Sambil menikmati pemandangan pohon Kendal yang nampak “sari” itu, dirinya menyebut bahwa di daerah tersebut kelak bakal disebut “Kendalsari”.

Pohon besar yang oleh warga masyarakat disebut-sebut berada di pinggir Jalan Pemuda Kendal itu, juga dikenal dengan nama Kendal Growong karena batangnya berlubang atau growong.

Dari kisah tersebut diketahui bahwa nama Kendal dipakai untuk menyebutkan wilayah itu.

Kisah penyebutan nama Kendal konon juga didukung oleh berita-berita perjalanan orang-orang Portugis yang oleh Tom Peres. Dikatakan bahwa pada abad ke-15 di Pantai Utara Jawa terdapat pelabuhan terkenal yaitu Semarang, Tegal, dan Kendal.

Pada awal pemerintahannya tahun 1521 Masehi, Sultan Trenggono pernah memerintah Sunan Katong untuk memesan Pusaka kepada Paku Wojo.
Peristiwa yang menimbulkan pertentangan dan mengakibatkan kematian keduanya itu tercatat dalam cerita rakyat di sana.

Bahkan hingga sekarang makam kedua tokoh dalam sejarah Kendal yang berada di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu itu masih dikeramatkan masyarakat.

Kaliwungu juga pernah berjaya sebagai pusat pemerintahan sejak awal berdirinya Kabupaten Kendal.

Namun karena kondisi perpolitikan di pusat Mataram pada waktu itu, dan adanya pertimbangan untuk perkembangan pemerintahan, menyebabkan pusat pemerintahan tersebut pindah ke Kota Kendal hingga sekarang.

Sehingga akhirnya Kaliwungu hanya digunakan untuk tempat tinggal kerabat Ayahanda Bupati yang sering disebut sebagai Kasepuhan. Sedangkan pemerintahannya dijadikan sebagai daerah administrasi yaitu Distrik Kaliwungu.

Bahkan oleh Dr HJ Graaf dikatakan bahwa pada abad 15 dan 16 sejarah Pesisir Tanah Jawa itu memiliki arti sangat penting bagi perkembangan peradaban kala itu.
Sejarah berdirinya Kabupaten Kendal yang juga terdapat di perpustakaan Leiden University, Leiden, Belanda.
(HS)

Bupati Kendal dan Pusat Pemerintahan dari Masa ke Masa:

•Ki Tumenggung Bahurekso, 1605 – 1628.
• Ki Ngabei Wiraseca, 1629 -1641.
• Ki Ngabei Mertayuda, 1641 – 1649.
• Ki Ngabei Wangsadipradja, 1649 – 1650.
• Ki Ngabei Wangsawirapradja, 1650 – 1661.
• Ki Ngabei Wangsawirasraya, 1661 – 1663.
• KRT. Singawijaya, 1663 – 1668.
• KRT. Mertawijaya 1668 – 1694.
• Kompang ( Wakil ) 1694 – 1700.
• KRT. Mertawijaya II 1700 – 1725.
• KRT. Mertawijaya III 1725 – 1730.
• KRT. Singawijaya II ( Kendilwesi ) 1730 – 1755.
• KRT. Sumanegara I 1755 – 1780.
• KRT. Sumanegara II 1780 – 1785.
• KRT. Surahadinegara 1785 – 1805.
• KRT. Adipati Prawirodiningrat I 1805 – 1811.
• KRT. Adipati Prawiradiningrat II (Bupati terakhir Kendal dengan Pusat Pemerintahan masih di Kaliwungu) 1811-1830.
• KRT. Adipati Purbadiningrat ( Asal Gresik ) Menantu Bupati P. Ario Prawirodingrat II 1830 -1850.
• KRT. Adipati Sasrahadiningrat 1850 – 1857.
• KR. Adipati  Ario Notohamiprojo 1857 -1890.
• KRT. Adipati Ario Notonegoro Putra Bupati Pangeran Ario Notohamiprojo 1890 – 1911.
• KRT . Adipati Natahanipradja 1911 – 1938.
• KRT. Adipati Parwitz Purbanegara 1938 – 1942.
• RM. Kusumahudaya 1942 – 1945.
• R. Sukarno 1945 – 1948.
• R. Ruslan 1948 – 1950.
• R. Prayirno 1950 – 1957.
• R. Sujono 1957 – 1960.
• R. Salatun 1960 – 1965.
• Mayor Infantri R. Sunardi 1965 – 1967.
• Letkol RM. Suryosusena 1967 – 1972.
• Drs. H Abdoes Saleh Ranawidjaja 1972 – 1979.
• Drs. H Herman Soemarmo 1979 – 1984.
• H. Soedono Yusuf 1984 – 1989.
• H. Soemojo Hadiwinoto, SH 1989 – 1999.
• Drs. H. Jumadi 1999 – 1999.
• H. Hendy Boedoro SH, M.Si – Drs. H. Masdiki Yusak, Mpd 2000 – 2005.
• Drs. Suwarto Nasucha, M.Si – Pj. Bupati Kendal 2005 – 2005.
• H. Hendy Boedoro SH, M.Si – Dra. Hj. Siti Nurmarkesi, Masa Jabatan 2005 – 2010.
• Dra. Hj. Siti Nurmarkesi – Wakil Bupati Kendal yang melaksanakan tugas dan kewajiban Bupati Kendal, 2007 – 2009.
• Dra. Hj. Siti Nurmarkesi, Masa Jabatan tgl 22 Juli 2009 s/d 22 Agustus 2010.
• dr. Hj. Widya Kandi Susanti, MM – Dr KH Mustamsikin, mulai tgl. 23 Agustus 2010 s/d 2015.
• dr. MIRNA ANNISA, M.Si – Masrur Masykur, mulai Tanggal 17 Februari 2016 – 17 Februari 2021
• Dico M Ganinduto Bsc – H Windu Suko Basuki SH mulai 26 Februari – sekarang.(HS)

 

Share This

Dies Natalis Ke-21, Unwahas Gelar Tablig Akbar Hadirkan Gus Baha

Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Buatkan Tempat Sampah di Lingkungan Warga