in

24 Calon Perangkat Desa Di Boja, Mengikuti Tes CAT Di STIE Semarang

Pelaksanaan CAT Perangkat Desa di Kampus STIE Semarang, Sabtu (5/6/2021).

 

HALO KENDAL – Sebanyak 24 peserta seleksi calon perangkat desa Kabupaten Kendal mengukuti Computer Assited Test (CAT) atau tes komputer yang dilaksanakan oleh STIE Semarang, Sabtu (5/6/2021).

Pelaksanaan tes CAT calon perangkat Desa Tampingan dan Ngabean Kecamatan Boja tersebut, dengan menyajikan 100 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit.

Pelaksanaan CAT tersebut memang tidak serentak dilaksanakan se-Kabupaten Kendal, tergantung kesiapan masing-masing kecamatan.

Bahkan assesor yang menyelenggarakan CAT tidak hanya STIE Semarang saja, terserah dari pihak desa mau menggunakan lembaga yang akan diajak kerja sama.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Desa Tampingan Boja, Suanto mengatakan, untuk Kecamatan Boja hari ini melakukan tes CAT yang diikuti 24 perserta.

“Sebenarnya ada 26 peserta dari dua desa, yakni Desa Tampingan dan Desa Ngabean. Tapi karena ada dua peserta yang mengundurkan diri, sehingga tinggal 24 peserta saja,” terangnya.

Dijelaskan, para calon mengikuti tes, dalam rangka untuk mengisi posisi perangkat desa, kepala dusun dan kasi pemerintahan.

“Panitia melakukan penjaringan sejak bulan April 2021, sekaligus mencari assesor untuk pelaksanaan tes CAT perangkat desa ini,” jelasnya.

Salah satu peserta CAT, Sukristiono mengatakan, dirinya mendaftar sebagai Kepala Dusun di Desa Ngabean.

“Ada seratus soal yang diberikan dan diberi waktu satu setengah jam. Materi seputar Pendidikan Pancasila dan pengetahuan umum, undang-undang desa dan Bahasa Indonesia. Saya optimistis bisa mendapat nilai tinggi dan lolos,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Assesmen STIE Semarang, Jefri Heridiansa mengatakan, pelaksanaan tes CAT ini terbuka dan tidak ada unsur rekayasa.

“Jika ada yang mempertanyakan soal keterbukaan pelaksanaan tes CAT ini atau ada permainan di dalam pelaksanaannya, monggo silahkam dicek semua,” uajrnya.

Dijelaskan, secara otomatis sistem per tiga detik akan melakukan penilaian. Sehingga nilai yang dikerjakan peserta, akan langsung muncul.

“Tim assesmen memberikan waktu 90 menit untuk seratus soal. Jika ada yang selesai sebelum waktu tersebut, bisa melakukan koreksi jawaban yang ia anggap salah. Nanti dengan sendirinya angka akan muncul,” jelasnya.

Namun jika ada peserta yang sebelum waktunya dan langsung close, maka tidak bisa mengubah jawaban.

“Artinya jika waktu belum habis dan belum close dari komputernya, maka peserta masih bisa mengoreksi atau mengubah jawabannya tersebut,” imbuhnya.

Jefri pun menambahkan, usai mengerjakan soal, masing-masing peserta bisa langsung melihat hasil yang ia peroleh.

Menurutnya, jika hasil akhir nanti ada nilai yang sama antarpeserta, maka akan dilakukan penilaian berdasarkan penilaian dari materi Pancasila, kemudian Undang-undang desa dan seterusnya.

“Jika hasil nilai masih tetap sama, maka akan dilakukan pleno untuk menetapkan tes ulang,” pungkas Jefri.(HS)

Share This

Dua Kebakaran Dalam Sehari Di Semarang, Ini Penyebabnya

Menkes Temui Ganjar, Minta Berikan Pendampingan Ekstra Pada Bupati Kudus