21 Kasus Longsor di Kota Semarang, Satu Korban Meninggal Dunia

Warga membersihkan lokasi tanah longsor di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat terjadi sejumlah laporan kejadian tanah longsor pada musim hujan awal Februari ini.

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengatakan, sebanyak 21 titik tanah longsor terjadi di tujuh kecamatan.

Di antaranya Kecamatan Ngaliyan, Semarang Barat, Gunungpati, Candisari, Semarang Selatan, Gajahmungkur, dan Banyumanik.

Dalam penanganan bencana, kata Winarsono, BPBD dibantu TNI/ Polri bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dari kemarin Jumat Kota Semarang diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi, akibatnya terjadi banjir dan longsor si beberapa kecamatan. Kami bersama TNI/Polri dan OPD terjun dalam penanganan bencana,” katanya saat dihubungi halosemarang.id, Sabtu (6/2/2021).

Winarsono melanjutkan, sementara tim BPBD dibagi dua untuk menangani bencana banjir dan tanah longsor. Sementara difokuskan untuk mencari dua korban yang tertimbun akibat longsor di Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari.

Disampaikan Winarsono, satu korban sudah ditemukan dalam kondisi kritis Maemunah (63), dan dibawa ke RSUP Dr Kariadi. Namun saat mendapat perawatan di rumah sakit, korban menghembuskan napas terakhir.

“Di Candisari terdapat dua korban. Satu sudah ditemukan dengan kondisi yang kritis Maemunah usia 63 tahun, namun nyawanya tidak tertolong,” paparnya.
Saat ini masih ada korban bernama Dito (18) yang diduga tertimbun, dan sedang dalam pencarian.

Winarsono menambahkan, untuk lokasi tanah longsor yang menimpa ruas jalan akan diberi rambu peringatan titik rawan tanah longsor.

“Kami akan memberikan rambu peringatan kepada pengguna jalan supaya hati-hati dalam berkendara, karena ada ruas jalan yang longsor dan tertimpa longsoran,” tambah Winarsono.

Terlebih kata Winarsono, musim hujan masih akan terjadi di bulan Februari.

Oleh karenanya kepada seluruh masyarakat dia berpesan untuk melakukan antisipasi saluran air di lingkungannya agar tidak terjadi banjir dan mewaspadai terjadinya longsor yang lingkungannya dekat tebingan.

Tak lupa Winarsono juga meminta kepada masyarakat untuk tetap berkomunikasi dengan BPBD jika terjadi bencana di lingkungannya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.