2021, Jepara Alokasikan Anggaran Kebencanaan Rp 2 M

Personel BPBD Jepara siap dengan peralatannya, antara lain sepeda motor untuk menembus medan sulit. (Foto: Jatengprov.go.id)

 

HALO JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar, untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada 2021.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Kusmiyanto menyampaikan anggaran dari APBD 2021 tersebut, akan digunakan untuk antisipasi dan penangangan dampak bencana 2001, seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor, kekeringan, dan lain sebagainya.

Selain dari APBD, biasanya BPBD juga mendapat dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responbility (CSR) setiap tahunnya.

Tetapi tahun ini cukup sulit menghimpun CSR, lantaran sektor industri sedang lesu terdampak pandemi Covid-19. Sementara pada 2021 mendatang, pemasukan dana CSR ini juga belum dapat diprediksi.

“Untuk CSR agak sulit karena dampak Covid-19,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, belum lama, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Sementara itu menurut indeks risiko bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Jepara menempati urutan ke-10 dari 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah dan urutan ke-157 secara nasional, dengan nilai skor 163,20 poin.

“Tingginya indeks risiko bencana di Bumi Kartini, salah satunya dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi wilayah. Apalagi, Jepara terdiri atas pegunungan, perbukitan dan lautan,” lanjutnya.

Ditemui terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bencana. Apalagi, saat ini sudah memasuki musim penghujan. Andi, sapaan akrabnya, juga mengingatkan siklus bencana lima tahunan, seperti prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yakni munculnya siklus La Nina.

“Perhatikan kondisi pohon-pohon di jalan. Lakukan pemangkasan yang sekiranya mengganggu,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.