in

200 Lansia di Demak Divaksinasi

Bupati Demak Eisti’anah bersama Forkopimda, memonitor vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Tlogorejo Kecamatan Guntur dan Balai Desa Sidomulyo Kecamatan Wonosalam, Jumat (04/06). (Foto : Demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK  – Sebanyak 200 lansia, ditargetkan mengikuti vaksinasi Covid-19 di Balai Desa Tlogorejo Kecamatan Guntur dan Balai Desa Sidomulyo Kecamatan Wonosalam, Jumat (04/06).

Hal itu disampaikan Kasi Survelians dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Subandi di sela-sela monitoring, yang dilakukan Bupati Demak Eisti’anah bersama Forkopimda, di kedua lokasi itu. Monitoring dilaksanakan untuk memastikan program tersebut berjalan lancar.

Lebih lanjut, Subandi mengatakan pihaknya mengimbau masyarakat untuk bersedia divaksin Covid-19. Terlebih vaksin yang diberikan sudah diberikan, sudah dipastikan aman dan halal.

Selain itu masyarakat juga tetap diminta untuk mematuhi 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

“Protokol kesehatan tetap harus dipatuhi, karena penularan (Covid-19) melalui drop plet. Bagaiamana menghindari penularan yang paling dekat melalui drop plet itu baik melalui hidung, mulut, dan melalui mata,” kata dia, seperti dirilis Demakkab.go.id.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Guvrin Heru Putranto, ketika ditemui di sela vaksinasi di Balai Desa Sidomulyo, mengatakan untuk sasaran vaksinasi di Kabupaten Demak saat ini, sebanyak 161.152 orang, meliputi 2.826 tenaga kesehatan (nakes), petugas pelayanan publik 67.517 orang, dan lansia 90.809 orang.

Adapun untuk pelaksanaan vaksinasi kemarin, secara akumulasi mencapai 24 persen untuk dosis kedua. Sedangkan untuk dosis pertama yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, mencapai 40 persen.

Perbedaan terjadi karena memang menyesuaikan dengan jangka waktu pemberian dosis pertama dan kedua.

Lanjut Guvrin, menurutnya target yang ditetapkan akan bisa dilalui sampai akhir kegiatan yang sudah dicanangkan pemerintah.

Dia juga mengemukakan belum ada masalah ikutan sebagai dampak dari vaksinasi. Hanya saja, sebagian anggota masyarakat memang masih takut untuk mengikutinya. Karena itu diperlukan sosialisasi kepada mereka.

“Yang ada masalah terkait masyarakat, misalnya ketakutan untuk divaksinasi, dan ketakutan untuk dampak vaksinasi, sehingga menolak. Tetapi penolakan itu sudah dilakukan edukasi,” kata dia. (HS-08)

Share This

Sinyal Kuat Atta Halilintar Beli PSG Pati

Masuk Zona Merah, PPKM di 10 Desa di Demak Perlu Diperkatat