in

20 Ribu Nelayan Jateng Bakal Terima Asuransi Nelayan

Ilustrasi kapal penangkap ikan bersandar di dermaga.

 

HALO SEMARANG – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah mengabarkan, sebanyak 20 ribu nelayan di Jawa Tengah akan menerima jaminan perlindungan diri melalui program asuransi nelayan tahun 2021.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro mengungkapkan, program asuransi nelayan menyasar seluruh nelayan di Jawa Tengah, baik nelayan pesisir, maupun nelayan di sektor perairan umum daratan (PUD).

“Asuransi nelayan diberikan kepada nelayan pesisir dan perairan umum daratan seperti di danau, waduk, dan sungai yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ungkap Fendi sapaan akrabnya saat dihubungi halosemarang.id, Rabu (28/7/2021).

Dijelaskannya, asuransi ini diberikan untuk memberikan perlindungan lebih atas keamanan serta keselamatan bagi para nelayan.

“Asuransi nelayan dimaksudkan untuk memberikan perlindungan bagi individu nelayan kecil dan nelayan tradisional dalam rangka keberlangsungan kegiatan usahanya,” jelasnya.

Ia menyampaikan, terdapat ketentuan dalam pemberian asuransi kepada individu nelayan. Yakni nelayan kecil yang memiliki kapal penangkap ikan berukuran paling besar 10 GT.

“Asuransi ini untuk nelayan-nelayan kecil, mulai nelayan tradisional, nelayan paruh waktu, nelayan buruh, wanita nelayan dan ABK kapal yang berusia maksimal 60 tahun,” jelasnya.

Fendi menuturkan, sosialisasi telah diberikan sejak bulan Januari hingga April 2021 dengan menggandeng kelompok nelayan di Jawa Tengah.

Selain itu, pemberian asuransi nelayan ini berbeda dengan Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN). Menurutnya, nelayan yang telah terdata pada asuransi nelayan tidak dapat menerima BPAN, begitu juga sebaliknya.

“Kami mendapatkan data dari kabupaten/kota, selain itu juga menggandeng HSNI, kemudian juga pertemuan nelayan. Selanjutnya kami verifikasi dengan NIK. Ini untuk menghindari duplikasi dengan nelayan yang menerima BPAN,” tuturnya.

Fendi melanjutkan, asuransi akan diterima para nelayan paling lambat pada bulan September mendatang.

“SK Gubernur sudah kami ajukan, setelah terbit bulan Agustus, sekitar bulan September bisa dicetak kartu asuransi nelayan dan diedarkan,” tandasnya.(HS)

Share This

Doa Bersama Menjadi Puncak Peringatan Hari Jadi Kendal

Kapolda Jateng Pimpin Sertijab Kapolres Klaten, Demak, dan Rembang di Mapolda Jateng