in

Stasiun Pengisian Gas Desa Jatihadi Kurangi Pengangguran di Kabupaten Rembang

Stasiun Pengisian Gas Jatihadi Kurangi Pengangguran

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur, mengunjungi Stasiun Pengisian Gas Jatihadi. (Foto: jatengprov.go.id)

 

HALO REMBANG – Stasiun Pengisian Gas Desa Jatihadi, berdampak positif dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Rembang.

“Ini bisa memberikan dampak positif kepada pemerintah, lingkungan juga akan mendapatkan berkahnya. Lingkungan di sini, tenaga kerja hampir 90 persen dari masyarakat Kabupaten Rembang. Jadi secara otomatis mengurangi pengangguran di sini,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur, seperti dipublikaskan laman Jatengprov.go.id, Senin (23/11).

Menurut Imam Maskur, di tengah pandemi, masyarakat Rembang terbantu oleh adanya master station compressed natural gas (CNG) atau stasiun pengisian gas alam terkompresi, di Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber ini.

Potensi alam yang dimiliki oleh Kabupaten Rembang yang sangat luar biasa. Karena itu perusahaan yang telah beroperasi tujuh bulan itu, dalam sehari bisa mengisi gas 15 truk. Di mana masing-masing truk berisi 5.200 meter kubik.

Imam Maskur berharap, perusahaan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rembang Migas Energi (RME), dapat bersinergi dengan Perusahaan Hulu Energi (PHE) Randugunting dan Bahtera Abadi Gas (BAG), sehingga pada 2021 nanti dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Stasiun Pengisian CNG Wakhid Abdul Hakim menerangkan, kapasitas gas yang diambil di master station CNG tersebut baru terpenuhi 70 persen dari target.

“Kapasitas dari master station 3 mmscfd (million standard cubic feet per day/ juta standar kaki kubik perhari) setara 3.700 mmbtu (million british thermal unit) per hari. Kalau target hari ini masih 70 persen atau 2.500 mmbtu yang bisa kita serap per hari,” terangnya.

Hakim menuturkan, belum terpenuhinya target karena adanya permintaan customer. Pasalnya, dengan adanya Covid-19 produksi menurun, sehingga permintaan gas dari customer ikut menurun.

Gas dari master CNG di Desa Jatihadi itu, lanjut Hakim, baru dapat disalurkan di wilayah Provinsi Jawa Tengah, yakni di Kabupaten Pati, Semarang, Salatiga, dan Kabupaten Batang. Pengiriman ke luar Jawa, belum dapat dilakukan karena membutuhkan tambahan biaya transportasi. (HS-08)

Share This

Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Batang Giatkan Patroli dan Operasi Yustisi di Objek Wisata

Polres Banjarnegara Pasang Spanduk Peringatan Rawan Bencana