in

170 Unit Rumah Bantuan Pemerintah Dibangun di Kabupaten Kendal

Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah KemenPUPR, Riono Suprapto, saat melihat langsung pelaksanaan pembangunan perumahan untuk warga miskin anggaran DAK, di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Senin (23/8/2021).

 

HALO KENDAL – Kabupaten Kendal menjadi salah satu dari 11 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan bantuan program Dana alokasi khusus (DAK) terintegrasi pembangunan perumahan untuk wilayah kumuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Dalam proses pembangunan rumah bantuan pemerintah tersebut, melibatkan warga penerima manfaat mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan pekerjaanya dengan tetap mendapatkan pengawasan ketat.

Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Riono Suprapto menjelaskan, untuk di Kendal ada 170 unit rumah dibangun di Dukuh Kendayakan, RT 4, RW 16, Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri.

“Progran DAK terintegrasi ini membangun beberapa bidang secara serempak. Yakni bidang perumahan dibangun rumah dengan bantuan pemerintah senilai Rp 50 juta dengan type 36 per unitnya. Dan juga dibangun jalan lingkungan, drainase, instalansi air minum dan instalasi air kotor (sanitasi) dan persampahan,” jelasnya, Senin (23/8/2021).

Diungkapkan, dalam skema pendanaan, ada kolaborasi dari APBN dengan dana perimbangan DAK dan APBD jalan masuk. Sedangkan masyarakatnya sendiri swadaya dengan dukungan tanah lahan dengan listrik dan pengurusan surat-surat pengembangan bangunan.

Riono berharap, untuk pengembangan kawasan nantinya tidak menutup kemungkinan bisa dikover oleh APBD untuk tambahannya.

“Sehingga akan menjadi hunian yang matang. Yakni selain ada rumah juga ada sarana-sarana umum bagi warga. Seperti untuk berolahraga, balai pertemuan, salat, dan bisa berlanjut dengan pengembangan UMKM atau usaha sesuai dengan mata pencaharian warga lokal,” ungkapnya.

Riono menambahkan, nantinya ada ketua kelompok yang akan melakuan pembinaan-pembinaan di lingkungan perumahan dari bantuan DAK terintegari tersebut.

“Seperti pembinaan pemeliharaan lingkungan, bangunan, terkait generasi mudanya, kaitan dengan kebersamaan dan kegotongroyongan. Sehinga tercipta kerukunan dan kondusifitas wilayah,” ujarnya.

Hal tersebut, imbuh Riono, juga akan berdampak kepada keberhasilan usahanya yang tengah dilakukan oleh warga yang ada di lingkungan perumahan tersebut.

“Dengan adanya kelompok ini nantinya rumah dapat terawat sampai anak cucu. Saya juga berharap rumah ini bisa dikembangkan karena dengan keluasan tanahnya dirasa cukup. Sekali lagi jaga lingkungan dan bangunan rumah dirawat sebaik mungkin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan, bantuan program dana alokasi khusus (DAK) terintegrasi pembangunan perumahan sejumlah 170 unit, dengan setiap rumah senilai Rp 50 juta.

Sehingga keseluruhan jumlahnya mencapai Rp 8,5 miliar. Selain itu juga ada untuk bantuan jalan lingkungan perumahan nilainya Rp 2,75 miliar. Sedangkan untuk bantuan air bersih nilainya Rp 301 juta yaitu untuk 170 sambungan rumah (SR) berserta instalasinya.

“Bantuan pembuatan saluran air kotor (Ipal Komunal) ada tiga unit, nilianya Rp 1,5 miliar yang dilaksanakan oleh masyarakat. Untuk TPS3R atau tempat pengolahan sampah nilainya Rp 570 juta juga dilaksanakan oleh masyarakat. Masih masuk DAK terintegrasi berupa bantuan septictank komunal sebesar Rp 120 juta tapi berada di wilayah lain. Target pembangunanya tahun ini rampung,” terang Sugiono, Selasa (24/8/2021).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kendal, Moch Noor Fauzi menambahkan, bantuan program dana alokasi khusus (DAK) terintegrasi pembangunan perumahan untuk wilayah kumuh dari KemenPUPR diberikan kepada warga yang belum mempunyai rumah.

Menurutnya, program bantuan ini merupakan kali pertama diluncurkan oleh KemenPUPR tahun 2021 dan Kabupaten Kendal masuk dari 11 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima bantuan ini.

“Bantuan ini diberikan dengan sistem kompetisi. Kendal lolos persyaratan administrasi dan masuk 48 kabupaten/kota yang maju seleksi berikutnya. Kemudian seleksi teknis kita masuk 16 besar, setelah itu dilakukan presentasi programnya dan penangannya seperti apa dan masuk 11 besar sebagai penerima. Karena ini termasuk juga untuk penanganan wilayah kumuh,” kata Fauzi.

Dijelaskan, Desa Penyangkringan adalah salah satu wilayah kumuh di Kabupaten Kendal. Pembangunan rumah program Dana alokasi khusus (DAK) terintegrasi sudah dilakukan mulai Juli. Yakni dengan rumah type 36 dan luas tanahnya 60 m2.

“Dalam pelaksanaan pembangunanya tanpa melibatkan pemborong atau pengembang rumah karena sistemnya swadaya. Jadi masayarakat kita libatkan sejak awal mulai dari perancanaan, seleksi, dan didampingi fasilitator,” jelas Fauzi.

Sementara itu, Danie Apriliarso Ketua Komunitas Perumahan Cahaya Weleri Asri mengatakan, untuk bisa mendapatkan rumah ini syaratnya warga harus punya tanah.

“Masyarakat yang belum punya tanah lebih dahulu dilakukan pendataan. Selain itu mereka juga difasilitasi dan dicarikan tanahnya,” jelasnya.

Danie mengaku, pihaknya mendapat tanah seluas 1,8 hektare, yang kemudian dibuat kapling-kapling dengan lebar jalan 6 meter plus saluran.

“Untuk pembelian tanah, mereka (warga penerima manfaat) kita hubungankan ke pihak bank. Nantinya mereka nyicil (mengangsur) selama 10 tahun. Dengan begitu mereka akan mendapatkan pengakuan punya tanah dengan bantuan rumah,” pungkasnya. (HS)

Share This

Ini Brand Apparel PSIS di Liga 1 2021

Pemkot dan Polrestabes Semarang Gelar Vaksinasi di Pusat Perbelanjaan