16 Pelaku Perjudian Diamankan Polda Jateng

Ditreskrimum Polda Jateng menunjukan barang bukti perjudian saat gelar perkara di Polda Jateng, Kamis(18/2/2021) pagi.

 

HALO SEMARANG – Ditreskrimum Polda Jateng berhasil menangkap 16 tersangka tindak pidana perjudian di berbagai wilayah.

Penangkapan ini karena adanya pelaporan warga, karena menimbulkan keresahan dan munculnya kerumunan serta pelanggaran pelanggaran protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19.

Dalam kurun waktu 1,5 bulan, Ditreskrimum Polda Jateng berhasil mengungkap perjudian, yakni dua jenis judi toto gelap, dua kasus judi Cap Jie Kie, satu kasus judi dadu, dan satu kasus judi sabung ayam.

- Advertisement -

Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Wihatsono Yoga Pranoto mengatakan, 16 pelaku ditangkap di berbagai daerah, di antaranya Grobogan, Cilacap, dan Karanganyar.

“Nanti jika terbukti pelaku tidak melakukan upaya protokol kesehatan, kami juga akan terapkan undang-undang prokesnya bersama tim satgas,” ungkap Kombes Wihatsono Yoga Pranoto, saat gelar pers di Polda.

Yang menarik dari kasus ini, Kombes Wihatsono mengatakan, untuk kasus judi sabung ayam, praktik judi terkesan sangat rapi dengan perencanaan yang terstruktur. Para pemain dan penonton, karena masuk di lahan khusus, mereka dikenakan tarif tiket masuk.

“Untuk penonton dan pemain judi ayam ini dikenakan tarif tiket Rp 25 ribu. Kami ungkap di daerah Karanganyar. Meski terkesan rapi, praktik judi ini baru mulai satu bulan. Karena sabung ayam ini membutuhkan banyak orang, maka bergerombol dan menjadi perhatian masyarakat dan akhirnya melaporkan ke polisi,” ungkap Wihatsono.

Polisi menetapkan empat orang tersangka dalam judi sabun ayam ini, namun ada satu orang sebagai penyelenggara masih dalam pencarian.

“Masih dalam pengejaran, satu buron,” kata Wihatsono.
Para tersangka dikenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. Tersangka juga akan diproses hukum karena menimbulkan kerumunan di masa pandemi Covid-19.

“Para tersangka sudah di swab, hasilnya negatif,” imbuhnya.

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti uang tunai Rp 8 juta, 7 ekor ayam aduan, dadu, potongan triplek, dan bendel ramalan. Selain itu juga kupon, dan peralatan judi lainnya ikut disita.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.