15 Desa di Kudus Jadi Desa Wisata

Plt Bupati Kudus HM Hartopo meresmikan potensi baru Wisata Agro Kopi, di Jambangan Coffee and Resto Desa Japan, Dawe. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO KUDUS – Sebanyak 15 desa di Kabupaten Kudus, kini menjadi desa wisata yang masing-masing mengangkat potensi wilayahnya. Desa-desa wisata itu, adalah Desa Rahtawu, Ternadi, Dukuhwaringin, Kandangmas, Margorejo, Terban, Temulus, Jepang, Loram Kulon, Wates, Wonosoco, Padurenan, Jurang, Kaliputu, dan Tanjung Rejo.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, income terbesar dari suatu daerah terletak pada sektor pariwisatanya. Karenanya, dia berharap potensi di desa dapat dikelola dengan maksimal untuk menghadirkan suatu inovasi yang baru dari sektor pariwisata.

“Bagi desa yang telah mendapatkan predikat desa wisata, diharapkan agar selalu mengembangkan potensinya baik dari pengelolaan alam dan pengelolaan produk-produknya. Sementara bagi desa lainnya, diharapkan dapat terus menggali dan menciptakan kreasi dan inovasi yang terdapat didalamnya untuk menggerakkan UMKM agar lebih dikenal masyarakat,” kata Hartopo dalam penyerahan Surat Keputusan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, sekaligus peresmian potensi baru Wisata Agro Kopi, di Jambangan Coffee and Resto Desa Japan, Dawe, seperti disampaikan Jatengprov.go.id, Minggu (22/11).

Pada kesempatan itu, Hartopo mengimbau para pengelola agrowisata agar selalu mengedepankan protokol kesehatan bagi para pengunjung yang hadir maupun petugas pengelola.

“Peresmian ini merupakan wujud dari geliat ekonomi yang mulai bangkit di tengah pandemi ini. Untuk itu, diimbau kepada para pengelola agrowisata agar tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, penyerahan SK desa wisata akan mendorong desa lainya untuk mengolah potensi yang ada, agar dapat menyejahterakan masyarakatnya.

“Harapan kami, di seluruh desa bersemangat untuk menggali potensi desanya masing-masing dan menciptakan ikon baru di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Mengenai peresmian Wisata Agro Kopi, menurut Bergas, merupakan bentuk perwujudan harapan Plt bupati agar potensi wisata Lereng Muria ini tidak hanya terpusat dalam wisata religi. Namun juga tambahan wisata lainya yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat nantinya.

“Dan tempat ini (Wisata Agro Kopi Jambangan coffe and resto) sebagai contoh nyata dan riil dari upaya menyejahterakan rakyat,” ucapnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.