in

PPDB Online Kota Semarang Sempat Error Satu Jam, Begini Tanggapan Dewan

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Semarang via online yang masih terdapat kendala dan bahkan sempat terjadi gangguan jaringan selama satu jam pada Rabu (26/6) lalu, disorot oleh jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, bahwa pihaknya sudah mewanti-wanti agar jangan sampai sistem PPDB Kota Semarang tahun 2024 tersebut terjadi down atau error. Sebab, hal ini nantinya akan berdampak pada layanan kepada calon siswa yang akan mendaftar untuk melanjutkan pendidikan mereka.

“Kan kalau ada kendala bisa saja di penyedia jasa atau rekanan dari Disdik Kota Semarang. Atau bisa error karena ada kemungkinan terjadi gangguan sinyal di area sekitar situ saat mengakses PPDB. Namun, ini karena sifatnya online jadi tidak kesalahan di Disdik semata, sehingga di luar prediksi atau kemampuan Disdik adanya masalah berupa gangguan atau area blank spot,” paparnya, Jumat (28/6/2024).

Sehingga prinsipnya, kata Anang, dewan meminta Disdik dan penyedia jasa agar dapat memberikan layanan yang makin baik.

“Kami minta setiap ada problem harus diselesaikan dan direspon dengan cepat,” imbuhnya.

Anang juga menambahkan, terkait PPDB tahun ini yang mengunakan NIK dari ijazah PAUD/TK, menurutnya bertujuan memberikan apresiasi bagi calon peserta oleh Disdik, terutama mereka yang mau melanjutkan ke SD, sudah lebih dulu mau menempuh dari bangku TK/pra SD.

“Memang Disdik memberikan nilai tambahan, bagi lulusan dari TK terakreditasi A dapat nilai tambahan 2, akreditasi B nilainya 1,5 dan akreditasi C nilai tambahan 1. Dan yang tidak sekolah pra SD tidak diberi nilai tambahan,” katanya.

Nilai tambahan ini, kata Anang, memang diberikan sebagai apresiasi bagi siswa yang sudah menempuh TK. Jadi siswa lebih siap ketika melanjutkan ke SD.

“Biasanya siswa untuk ke sekolah SD atau selanjutnya tidak dites materi lagi saat mendaftar, sehingga siswa sudah lebih siap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anang menjelaskan, jika pemakaian NIK ijazah PAUD/TK membutuhkan verifikasi saat mendaftar ke SD.

“Memang harus diverifikasi lagi, karena ada TK yang belum berijin/pengelola belum mengajukan izin ke Disdik, maupun yang sudah terakreditasi di Dapodik. Disisi lain pendaftaran sudah online tapi memang perlu datang ke sekolah untuk konfirmasi data,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, bahwa karena ada perbedaan PPDB 2024 dengan tahun sebelumnya, dimana tahun lalu dengan sistem modifikasi sedangkan tahun ini dengan zonasi murni, maka perlu adanya sosialisasi yang dilakukan secara massif oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang. Hal ini agar sistem baru bisa diterima dan dipahami masyarakat luas.

“Sistemnya kan beda, jadi perlu disosialisasikan lagi, memang sudah dilakukan tapi saya nggak yakin bisa sampai bawah (masyarakat, red),” ujarnya, baru-baru ini.

Menurutnya, secara sistem sebenarnya penerimaan siswa baru dibagi empat kategori, yakni afirmasi, zonasi, prestasi dan mutasi. Bedanya, hanya tahun ini dilakukan zonasi murni. Perlunya sosialisasi sampai tingkat bawah, adalah untuk mengantisipasi gejolak yang ada di masyarakat. (HS-06)

Ada HUT Bhayangkara, Arus Lalu Lintas di Jalan Pemuda Dialihkan

Pj Gubernur Jateng: Gerakan Kembali ke Meja Makan Jadi Momentum Untuk Memperhatikan Keluarga