14 Adegan Diperagakan Dalam Reka Ulang Kasus Pembunuhan Wanita di Hotel Phoenix Semarang

Rekonstruksi ulang pembunuhan Mulyanti (24) di Hotel Royal Phoenix Semarang, Selasa(16/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 14 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Mulyanti (24) warga Sidajaya, Cipunagara, Kabupaten Subang yang mayatnya ditemukan di dalam lemari hotel Royal Phoenix Semarang, Kamis (11/2/2021) lalu.

Rekonstruksi dan reka adegan dilakukan pada Selasa (16/2/2021) di Hotel Royal Phoenix Jl Sriwijaya No.20, Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Dari rekonstruksi ini diketahui, bahwa Selasa (2/2/2021) pelaku Okta Apriyanto bersama korban melakukan chekin di hotel lewat aplikasi online. Keduanya bertemu dan sempat melakukan hubungan badan di hotel tersebut.

Kemudian pada Kamis (11/2/2021) pagi, pelaku adu mulut dengan korban karena korban cemburu, pelaku ngobrol dengan cewek lain di depan resepsionis hotel. Dari adu mulut ini sehingga menimbulkan rasa kesal pada pelaku.

Lalu terjadi pembunuhan terhadap Mulyanti dengan cara dicekik dan dibenturkan ke lantai.

Korban pun setelah melakukan aksi pembunuhan kemudian meninggalkan hotel sendirian. Dala reka adegan itu, tak banyak kata-kata yang diucapkan pelaku. Dia memperagakan adegan demi adegan pengawasan ketat polisi.

Kanit Resmob Polrestabes Semarang, IPTU Reza Arif Hadafi mengatakan, motif pembunuhan diduga karena korban cemburu lantas menjumpai pelaku sedang berbincang kepada wanita lain, kemudian timbul rasa kesal oleh pelaku terhadap korban.

“Korban meninggal karena mengalami kekerasan akibat cekikan dari depan dan belakang. Kemudian pelaku juga membenturkan kepala korban ke lantai sampai berdarah. Lalu setelah mengetahui korban meninggal dunia, pelaku memasukan jasadnya ke dalam almari dengan posisi lutut bertemu dengan muka,” ungkap IPTU Reza.

Reza juga mengatakan, setelah melakukan pembunuhan pelaku Okta Apriyanto melarikan diri ke daerah Wonosobo. Dan tidak kurang dari 12 jam pelaku berhasil ditangkap.

“Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, kemudian kami lakukan pengejaran terhadap pelaku dan akhirnya tertangkap di Wonosobo,” kata IPTU Reza Arif Hadafi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.