135 Orang Terjaring Razia Masker, Kepala Satpol PP Kota Semarang: Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Para pelanggar protokol kesehatan dihukum menyapu jalan setelah ketahuan tak memakai masker saat digelar razia di Tlogosari, Rabu (26/8/2020).

 

HALO SEMARANG – Kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan ternyata masih sangat rendah.

Gencarnya Tim Gugus Tugas Covid-19 khususnya Satpol PP Kota Semarang menggelar razia masker, rupanya belum bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dari ancaman wabah corona.

Setiap kali razia, jumlah orang yang terjaring karena tidak mengenakan masker angkanya terus naik.

Hal ini terbukti dari razia di kawasan Telogosari, hanya dalam waktu satu jam, sebanyak 135 orang terjaring karena tidak mengenakan masker, Rabu (26/8/2020).

Karena sifatnya masih sosialisasi, mereka yang terjaring hanya diberi hukuman menyapu jalan selama 10 menit dan KTP disita untuk sementara.

Razia masker yang dipimpin Kasat Pol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menyasar ke seluruh warga yang tidak mengenakan masker, baik pedagang, pembeli, maupun pengendara motor dan mobil.

Fajar mengatakan, jika gencarnya sosialisasi tidak juga meningkatkan kesadaran masyarakat, maka sanksi sesuai dengan Perwal 57 akan ditingkatkan, yakni menyapu jalan sepanjang 100 meter dan KTP disita dalam waktu yang lama.

“Ini semua untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menaati protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” tandas Fajar.

Karena itu, lanjut Fajar, tanpa kesadaran masyarakat, maka pandemi ini tidak akan berakhir. Maka Fajar mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan pandemi Covid-19.

“Mari kita bergerak bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menaati protokol kesehatan yang salah satunya selalu mengenakanakan masker,” pungkas Fajar.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.