130 Utusan Baznas Dilatih Budi Daya Lele Sistem Bioflok di Pemalang

Pelatihan dasar wira usaha budi daya lele sistem bioflok, jangkrik, cacing sutra dan smart farming, di Kabupaten Pemalang. (Foto: Pemalangkab.go.id)

 

HALO PEMALANG – Sebanyak 130 orang yang terdiri atas utusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pokjaluh Kabupaten/ Kota se Eks wilayah Karesidenan Pekalongan, Rabu, (16/12) mengikuti pelatihan dasar wira usaha budi daya lele sistem bioflok, jangkrik, cacing sutra dan smart farming, di Kabupaten Pemalang.

Acara yang digelar oleh Baznas Provinsi Jawa Tengah tersebut, seperti dilaporkan panitia pelaksana, H Rajimin berlangsung mulai 16 Desember hingga 19 Desember 2020, di salah satu hotel di Pemalang.

Dalam pelatihan itu, pelatihan akan dibagi dalam dua gelombang. Untuk gelombang pertama diikuti oleh peserta atau  utusan Baznas dari Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang.

Adapun untuk gelombang kedua, diikuti peserta dari  Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.

Selain materi berupa paparan dari Dinas Perikanan Kabupaten Pemalang, para peserta juga akan mendapatkan pelatihan budi daya lele sistem bioflok, jangkrik, cacing sutra dan smart farming, dari Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Jawa Tengah.

Adapun metode yang digunakan, terdiri atas 20 persen teori dan 80 persen lainnya praktik, yang diperkaya melalui diskusi lapangan.

Saat membuka pelatihan tersebut, Bupati Pemalang, H Junaedi dalam isi sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pemalang, Suharto, mengapresiasi Baznas Provinsi Jawa Tengah, Baznas Kabupaten Pemalang dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan pelatihan tersebut.

Bupati yakin, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Baznas untuk ikut mengambil peran dalam mendukung peningkatan produktivitas masyarakat dan kemajuan daerah.

“Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas UMKM sebagai salah satu aspek penting dalam menentukan pertumbuhan ekonomi daerah “. kata Bupati, seperti dirilis Pemalangkab.go.id.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menyampaikan bahwa uang yang ada di Baznas salah satunya di gunakan untuk pengentasan kemiskinan.

Dikatakannya, kalau digunakan untuk kegiatan pelatihan mereka bisa mendapatkan ilmu dan insya Allah ilmu tersebut nantinya bisa menjadi modal untuk kaya.

“Alhamdulillah sekarang Baznas kabupaten atau kota, saya lihat laporannya dan saya baca di koran- koran itu sudah bisa digunakan untuk kegiatan produktif. Kita ingin zakat digunakan orang agar bisa kaya kok. Kita ingin berikan untuk pelatihan “. kata Ahmad Darodji.

Darodji juga mengapresiasi Baznas Pemalang yang akan memfasilitasi peserta pelatihan dengan transportasi untuk kepentingan praktek saat di lapangan.

Selain mengajak untuk senantiasa bersedekah, Ketua Baznas Jateng juga mengimbau kepada semua yang hadir untuk mengikuti petunjuk protokol Kesehatan dengan baik dan berpartisipasi menghentikan penyebaran covid-19. yang salah satunya dengan menggunakan masker. Menurut KH Ahmad Darodji, masker yang dipakai adalah untuk melindungi diri.

“Dengan memakai masker saya masih bisa bernafas dan bicara. Masker panjenengan melindungi saya, dan masker saya melindungi panjenengan”, kata Ahmad Darodji.

Dalam kesempatan itu, Ia mengajak seluruh yang hadir untuk berdoa mudah -mudahan Allah SWT segera mengangkat covid-19 sehingga semua bisa kembali beraktivitas seperti dulu lagi.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Pemalang, Nurkholis mengatakan bahwa Baznas Pemalang akan memfasilitasi segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pelatihan hari itu. Salah satunya fasilitas berupa kendaraan apabila ada peserta khususnya yang dari luar Pemalang ingin menikmati kuliner khas Pemalang atau ingin menyaksikan dari dekat serta melaksanakan sholat di  Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang yang baru diresmikan beberapa waktu lalu oleh Bupati Pemalang. Fasilitas transportasi juga akan di sediakan Baznas Pemalang Ketika peserta pelatihan akan berkunjung  kelokasi budidaya ikan lele sistem bioflok yang ada di Desa Kaligelang, yang belum lama ini baru ditinjau oleh Menteri Pertanian Sebagai Menteri Kelautan Dan Perikanan Ad Enterim, Syahrul Yasin Limpo.

Nurkholis mengharapkan, Kegiatan yang tengah diselenggaran itu dapat menambah ilmu dan wawasan terlebih ndimasa pandemi covid-19 yang luar biasa, yang dampaknya luar biasa dibidang ekonomi. Karena itu, pihaknya menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada Baznas Provinsi Jawa Tengah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Usai acara pembukaan dilakukan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Pemalang yang diwakili Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pemalang, Suharto,  Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, dan Ketua Baznas Kabupaten Pemalang, Nurkholis. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.