in

12 Sekolah Dasar di Kendal Digabung

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akmadi

HALO KENDAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal melakukan penggabungan 12 Sekolah Dasar (SD) Negeri di beberapa wilayah di Kendal.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Kendal Nomor 421.1/280/2022, tentang penggabungan SD Negeri tahun 2022.

Adapun SD yang digabung yaitu, SDN 3 Bleder digabung dengan SDN 2 Bleder, Patebon, SDN 3 Kertosari digabung dengan SDN 1 Kertosari, Singorojo, SDN 2 Selokaton digabung dengan SDN 1 Selokaton, Sukorejo, dan SDN 2 Kalipakis digabung dengan SDN 1 Kalipakis Sukorejo.

Selanjutnya, SDN 1 Poncorejo digabung dengan SDN 2 Poncorejo, Gemuh, SDN 2 Ngilir digabung dengan SDN 1 Ngilir, Kendal, SDN 1 Jotang digabung dengan SDN 2 Jotang, Kendal, dan SDN 1 Teratemulyo digabung dengan SDN 2 Teratemulyo, Weleri.

Berikutnya, SDN 3 Tirtomulyo digabung dengan SDN 1 Tirtomulyo, Plantungan, SDN 3 Pageruyung digabung dengan SDN 1 Pageruyung, SDN 2 Puncakwangi digabung dengan SDN 1 Puncakwangi, Pageruyung, dan SDN 2 Gebangan digabung dengan SDN 1 Gebangan, Pageruyung.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menjelaskan, alasan penggabungan karena melihat kondisi sarpras di sekolah tersebut kurang. Murid dan tenaga pendidiknya juga kurang.

Dijjelaskan, dampak positif dari penggabungan SD bagi siswa dan orang tua mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik.

“Sehingga, ketika ada sekolah terdekat yang lebih memadai kita gabungkan. Secara umum bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik,” jelas Wahyu, Jumat (20/1/2023).

Kadisdikbud Kendal juga mengungkapkan, dengan penggabungan sekolah, membuat sistem pendidikan di Kendal khususnya tingkat SD lebih efektif dan optimal.

“Harapannya semakin meningkatkan pelayanan pendidikan, juga interaksi siswa semakin berkembang,” ungkap Wahyu.

Sementara untuk sekolah yang rawan rob dan banjir, lanjut Kadisdikbud, selama merupakan sekolah pelayanan atau satu-satunya sekolah yang ada di daerah tersebut maka tetap akan dipertahankan.

“Jika di daerah tersebut belum atau tidak ada sekolah terdekat yang memadai, maka tetap kami pertahankan. Karena sekolah negeri, merupakan sekolah pelayanan,” imbuh Wahyu.

Hal ini tentunya, pihak Disdikbud Kendal, melakukan upaya dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Misal pengusulan prasarana penanggulangan, kemudian mempersiapkan sekolah alternatif, dan sebagainya,” tutup Wahyu. (HS-06)

Tugas Baru Prabowo Subianto dari Presiden Jokowi, Pengamat: Bentuk Kepercayaan

Agar Kendaraan Tidak Bodong, Jasa Raharja Imbau Pemilik Jangan Abaikan Surat Peringatan