in

Terkait Penarikan Retribusi Parkir di Stadion Utama Kendal, Ini Penjelasan Kadishub

Gerbang Stadion Utama Kendal yang berada di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Terkait viralnya penarikan retribusi masuk area Stadion Utama Kebondalem Kabupaten Kendal sebesar Rp 3.000, Minggu (5/11/2023) kemarin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Mohammad Eko memberikan penjelasan.

Hal tersebut ia sampaikan usai mengadakan rapat koordinasi dengan Disporapar Kendal dan Karang Taruna Kebondalem, di Kantor Dishub Kendal, Senin (6/11/2023).

Eko mengatakan, penarikan retribusi terjadi lantaran adanya miskomunikasi. Dimana pada hari Minggu (5/11/2023) kemarin di Stadion Utama Kebondalem Kendal ada event Porseni MI tingkat Jawa Tengah.

“Ya itu mis ternyata. Misnya itu karena ada lomba Porseni MI untuk cabang olahraga atletik dan apa gitu, nah Disporapar tidak terinfokan. Sehingga para PKL yang rutin berjualan di hari Minggu juga tetap berjualan, tidak diminta libur. Akhirnya membuat area halaman stadion membludak penuh. Nah Karangtaruna mengambil inisiatif untuk menarik parkir dari depan pintu gerbang,” ujarnya kepada awak media.

Padahal, lanjut Eko, warga yang masuk di area halaman Stadion Utama Kendal dengan menggunakan sepeda motor, tujuannya bermacam-macam.

“Ya orang yang datang ke stadion di hari Minggu kan tujuannya bermacam-macam. Bisa sedang olahraga atau kegiatan lainnya, dan itu ditarik biaya retribusi parkir semuanya. Itu yang menjadi masalah,” imbuhnya.

Eko menegaskan selama ini koordinasi antara Dishub dengan Karangtaruna Kebondalem adalah parkir di luar area stadion atau di tepi jalan, bukan di dalam area Stadion Utama Kebondalem Kendal.

“Koordinasinya (Karangtaruna) memang ke kami, tapi kan parkir di tepi jalan, bukan di dalam area lingkungan stadion. Karena yang di lingkungan stadion itu sudah menjadi kewenangan Disporapar,” tandasnya. (HS-06)

 

Dikunjungi Ganjar, Warga Transmigran Sumsel : Pak Ganjar Keluarga Kami Sendiri

Resmikan REZ Hotel, Mbak Ita Puji Kiprah Anak Muda dalam Pembangunan Kota Semarang