in

100 SMP di Zona Hijau Boyolali Gelar Ujian Sekolah

Ujian secara tatap muka di Kabupaten Boyolali. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Sebanyak 52 SMP negeri dan 48 SMP swasta di Kabupaten Boyolali, menyelenggarakan ujian sekolah secara tatap muka, mulai Rabu (28/4) hingga Rabu (5/5), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua sekolah yang menggelar ujian tersebut berada di zona hijau.

“Seluruh sekolah bisa menyelenggarakan ujian dengan baik, karena seluruh sekolah kita, SMP kita, berada di zona hijau. Dari 10.764 peserta, hanya 14 anak yang tidak bisa ikut pada hari pertama. Mayoritas dengan alasan di daerah non-hijau,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Darmanto, seusai memonitor ujian sekolah di SMP Negeri 2 Mojosongo, Kamis (29/4).

Dari 14 orang anak yang tidak bisa mengikuti ujian sekolah tersebut, sesuai dengan prosedur mereka akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian susulan. Apabila masih belum bisa mengikuti, maka pihaknya akan menyelenggarakan ujian susulan secara daring, sehingga para siswa dapat mengikuti ujian dari rumah masing-masing.

“Harapannya seluruh peserta anak yang terdaftar, yakni 10.764 orang, 100 persen bisa mengikuti ujian dengan baik,” ungkap Darmanto, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dalam ujian sekolah tersebut, sebanyak 11 mata pelajaran diujikan, sesuai struktur kurikulum untuk jenjang SMP. Untuk mata pelajaran yang menjadi materi ujian nasional, pihaknya memberikan waktu 90 menit kepada anak anak, untuk mengerjakan soal pilihan ganda dan esai. Adapun mata pelajaran lain, mendapatkan waktu mengerjakan 60 menit. Sehingga siswa mengikuti ujian sekolah dalam waktu tiga jam, sesuai kebijakan dalam rangka penanggulanggan Corona Virus Disease (Covid-19).

Dia juga menjelaskan, ujian sekolah ini menjadi salah satu unsur penentu kelulusan siswa. Darmanto berharap agar siswa, dapat mengerjakan soal dengan sungguh sungguh serta belajar dengan baik.

“Masalah kelulusan itu, sesuai dengan kebijakan Mas Menteri ‘Merdeka Belajar’ itu kewenangan dari guru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Mojosongo, Yudhi Sabartono menungkapkan bahwa pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, untuk siswa yang mengikuti ujian sekolah. Dari 662 siswa keseluruhan, untuk kelas 9 ada 217 siswa yang mengikuti ujian, terbagi di 14 ruangan yang digunakan untuk ujian sekolah, setiap ruangan hanya akan diisi 16 siswa.

“Duduknya pun diatur sedemikian rupa agar protokol kesehatan dalam rangka penanggulangan Covid-19 ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Siswa yang mengikuti ujian sekolah tampak antusias. Hal tersebut karena apabila lulus ujian sekolah, maka siswa akan mendapatkan ijazah untuk digunakan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (HS-08)

Tahun Depan Rossi Punya Tim Sendiri

Jagoan Baru Kelas Welter Tantang Masvidal